SELUMA — Warga Kabupaten Seluma kini bisa sedikit bernapas lega. Setelah sempat menembus Rp80 ribu per kilogram, harga cabai merah di pasar tradisional turun menjadi Rp60 ribu per kilogram. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan melimpahnya pasokan hasil panen petani setempat.
Penyebab Cabai Turun, Sayuran Lain Justru Naik
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Seluma, Drs Amri, M.Pd, menjelaskan bahwa penurunan harga cabai merah didorong oleh kelancaran distribusi dan stok yang cukup di tingkat pedagang. "Penurunan harga cabai merah diduga terjadi karena pasokan hasil panen petani sedang melimpah dan distribusi ke pasar berjalan lancar, sehingga stok di tingkat pedagang cukup tersedia," ujar Amri.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada tiga komoditas sayuran lain. Kubis atau kol yang sebelumnya Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp15 ribu. Kacang buncis dari Rp8 ribu melonjak ke Rp14 ribu, dan labu siam dari Rp5-6 ribu naik drastis menjadi Rp14 ribu per kilogram.
Biaya Produksi dan Cuaca Jadi Pemicu
Menurut Amri, kenaikan harga sayuran ini tidak lepas dari mahalnya biaya produksi pertanian. "Mahalnya sarana produksi pertanian seperti pupuk, benih dan pestisida ikut mendorong kenaikan biaya tanam, sehingga berpengaruh terhadap harga jual sayuran di pasaran," jelasnya. Faktor cuaca yang tidak menentu turut memperparah kondisi tersebut.
Harga Bahan Pokok Lain Masih Stabil
Di tengah gejolak harga sayuran, sejumlah kebutuhan pokok lainnya tercatat masih aman. Beras premium dijual Rp240 ribu per kaleng, telur ayam Rp52 ribu hingga Rp55 ribu per karpet, bawang merah Rp40 ribu per kilogram, dan bawang putih Rp35 ribu per kilogram. Gula pasir dibanderol Rp18 ribu per kilogram, sementara minyak goreng kemasan berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
Pemantauan Harga Terus Dilakukan
Dinas Ketahanan Pangan Seluma berkomitmen untuk terus memantau harga dan stok di pasar. Langkah ini diambil agar pasokan tetap aman dan harga tidak membebani masyarakat. Pemerintah berharap harga cabai merah bisa terus turun, namun warga tetap diimbau untuk bijak dalam berbelanja mengingat harga sayuran masih bisa berubah tergantung hasil panen dan distribusi.