Pencarian

Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Targetkan Arus Kargo Curah Cair Naik 30 Persen pada 2026, Didukung Sistem Drop Tank

Rabu, 10 Juni 2026 • 15:48:01 WIB
Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Targetkan Arus Kargo Curah Cair Naik 30 Persen pada 2026, Didukung Sistem Drop Tank
Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu optimalkan sistem drop tank untuk percepat bongkar muat kargo curah cair.

BENGKULU — Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu Mochammad Choiron Yusuf menargetkan volume kargo curah cair naik dari 400 ribu ton per tahun menjadi sekitar 600 ribu ton. "Ya, seperti yang saya bilang tadi itu sekitar 30 persenan lah yang kami usahakan," ujarnya di Bengkulu, Rabu.

Realisasi hingga Mei 2026 mencapai 212,7 ribu ton, meningkat drastis dibandingkan 122 ribu ton pada periode yang sama di 2025. Angka ini menjadi modal utama bagi perusahaan untuk mengejar target akhir tahun.

Sistem Drop Tank: Kunci Percepatan Bongkar Muat

Salah satu faktor pendorong utama adalah beroperasinya layanan drop tank atau tangki transit. Sistem ini memungkinkan kargo curah cair dari truk langsung ditampung sementara sebelum dimuat ke kapal, memangkas waktu pemuatan secara signifikan.

Choiron menjelaskan, dengan drop tank, waktu muat kapal yang sebelumnya butuh lima hingga enam hari kini bisa rampung dalam tiga hari. "Pengoperasian sistem drop tank mampu mempercepat proses pemuatan ke kapal bahkan menjadi dua kali lebih cepat," katanya.

Sistem ini telah beroperasi sejak Mei 2026 dan telah melayani dua kali pemuatan. PTP Nonpetikemas Bengkulu menyediakan dua unit drop tank yang dipisahkan berdasarkan jenis produk.

"Satu kita khususkan untuk olein, dan satu lagi kita khususkan untuk stearin dan PFAD. Karena memang drop tank ini tidak bisa dicampur produknya," kata Choiron.

Inovasi Kedua Setelah Pelabuhan Pangkal Balam

Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Fiona Sari Utami menyebut implementasi drop tank merupakan bagian dari program inovasi strategis perusahaan. Layanan serupa sebelumnya telah berjalan di Pelabuhan Pangkal Balam.

"Dan ini cabang kedua yang mengimplementasikan yaitu Pelabuhan Bengkulu," kata Fiona. Kehadiran sistem ini di Pelabuhan Pulau Baai menjadi bukti komitmen perusahaan dalam meningkatkan efisiensi logistik daerah.

Pelindo: Pelabuhan Pulau Baai Gerbang Logistik Utama Bengkulu

General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, menegaskan aktivitas pemuatan olein ini menjadi indikator positif pemanfaatan pelabuhan. Menurutnya, Pelindo bersama PTP Nonpetikemas terus berkolaborasi meningkatkan keandalan layanan dan infrastruktur.

"Pelabuhan Pulau Baai merupakan gerbang logistik utama untuk perdagangan dan distribusi komoditas unggulan Bengkulu," ujar Dimas. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas layanan untuk curah cair, curah kering, maupun general cargo.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pelabuhan Pulau Baai diharapkan semakin berperan sebagai pusat logistik dan perdagangan yang berdaya saing. Target ini dinilai mampu mendukung distribusi komoditas ke pasar domestik dan internasional serta memperkuat konektivitas logistik nasional.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

Berita Terkini

Indeks