BENGKULU — Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mencatat total jemaah haji yang diberangkatkan pada musim haji 2026 mencapai 1.344 orang. Dari jumlah tersebut, dua orang meninggal dunia selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Sebanyak 1.167 haji Bengkulu telah tiba kembali di Tanah Air, sementara 175 haji masih berada di Makkah menunggu jadwal kepulangan berikutnya,” kata Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinkes Provinsi Bengkulu Kurniawan Arianto Abdul Gani, Senin.
Dua Jemaah Wafat di Madinah dan Makkah
Korban meninggal pertama adalah Tukiman Sadi Kromo Karso (54), warga Kota Bengkulu, yang wafat pada 29 April 2026 di Madinah. Satu lagi, Mustina Abdul Basir (66) asal Kabupaten Bengkulu Utara, meninggal pada 1 Juni 2026 di Makkah.
Dua Jemaah Masih Dirawat di RS Jeddah
Hingga saat ini, tidak ada jemaah haji Bengkulu yang menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Namun, dua orang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi di Jeddah.
Keduanya adalah Umi Kasnini Rasyid Dersai (63) dari Kota Bengkulu yang dirawat di Jeddani Hospital, serta Kasmid Kasan bin Kasan (80) asal Kabupaten Kaur yang dirawat di RSAS Ibnu Sina Jeddah.
5.795 Layanan Kesehatan Diberikan Petugas
Dinkes mencatat petugas kesehatan telah memberikan 10 jenis layanan kesehatan kepada jemaah dengan total akumulasi mencapai 5.795 layanan. Selain itu, petugas melakukan 10 kali visitasi terhadap jemaah prioritas risiko tinggi (pristi), sehingga total akumulasi visitasi selama penyelenggaraan ibadah haji mencapai 6.061 kali.
Penyakit yang paling banyak ditemukan pada jemaah haji Bengkulu masih didominasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, diabetes melitus, dan faringitis.
Imbauan Pemantauan Mandiri 21 Hari
Dinkes Provinsi Bengkulu mengimbau jemaah yang sudah tiba di Tanah Air untuk melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri selama 21 hari sejak kedatangan. Langkah ini untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga pasca perjalanan panjang ibadah haji.