Pencarian

KAI Tambah 11 Gardu Traksi dan Modernisasi Sinyal demi KRL 12 Rangkaian di Jalur Rangkasbitung

Minggu, 07 Juni 2026 • 19:33:31 WIB
KAI Tambah 11 Gardu Traksi dan Modernisasi Sinyal demi KRL 12 Rangkaian di Jalur Rangkasbitung
KAI menambah 11 gardu traksi untuk meningkatkan kapasitas listrik jalur Rangkasbitung menjadi 4.000 volt.

BENGKULU — Kepadatan penumpang di jalur Rangkasbitung sudah mencapai titik kritis. Data KAI menunjukkan, pada jam sibuk, satu gerbong KRL bisa diisi hingga 161 persen dari kapasitas normal. Angka ini jauh di atas lintas Bogor yang 130 persen dan Bekasi yang 140 persen.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, permintaan layanan terus melonjak. Pada 2025, jumlah pelanggan mencapai 77,5 juta orang, naik drastis dari 43,3 juta pada 2022. Hingga Mei 2026, sudah 33,4 juta penumpang tercatat.

Daya Listrik Dinaikkan Jadi 4.000 Volt

Penyebab utama keterbatasan kapasitas adalah sistem kelistrikan yang masih lemah. Saat ini, daya Listrik Aliran Atas (LAA) di jalur Rangkasbitung baru 3.000 volt, sementara lintas Bogor dan Bekasi sudah 4.000 volt.

Akibatnya, KRL dengan formasi 12 kereta belum bisa berjalan. Selama ini, operasional hanya bertumpu pada rangkaian 8 dan 10 kereta. KAI akan menambah 11 gardu traksi untuk menaikkan tegangan. Dengan daya lebih besar, kapasitas angkut per perjalanan bisa meningkat signifikan.

Sistem Sinyal Blok Tertutup Bikin Headway 10 Menit

Masalah lain ada pada sistem persinyalan yang masih kuno. Sebagian besar jalur Rangkasbitung masih menggunakan pola blok tertutup. Artinya, satu blok yang mencakup beberapa stasiun hanya bisa dilalui satu kereta dalam satu waktu.

Sistem ini membuat jarak antar-kereta (headway) mencapai 10 menit. Bandingkan dengan lintas Bekasi dan Bogor yang sudah bisa melayani perjalanan setiap 3-4 menit. Modernisasi sinyal akan memperpendek headway, sehingga frekuensi perjalanan bertambah dan waktu tunggu penumpang berkurang.

"Peningkatan kapasitas harus dilakukan menyeluruh, dari sarana, daya listrik, hingga persinyalan. Dengan begitu, kapasitas angkut bertambah dan layanan semakin baik," ujar Bobby dalam keterangan resmi, Minggu (7/6/2026).

Kolaborasi KAI dan DJKA

Seluruh proyek ini dikerjakan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. KAI menyiapkan aspek teknis penguatan kelistrikan, sementara DJKA berperan sebagai regulator dan pengembang kapasitas lintas.

Jalur Green Line sendiri merupakan korban utama pertumbuhan permukiman di barat Jakarta. Rute ini menghubungkan kawasan padat seperti Rangkasbitung, Serpong, dan Tanah Abang dengan pusat ekonomi dan pemerintahan di Jakarta. Tanpa upgrade, kepadatan 161 persen bukan hanya soal ketidaknyamanan, tapi juga risiko keselamatan.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks