Pencarian

Operator Ekskavator asal Rembang Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Galian C Klaten

Kamis, 04 Juni 2026 • 18:17:31 WIB
Operator Ekskavator asal Rembang Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Galian C Klaten
Evakuasi korban longsor tambang galian C di Klaten berlangsung selama dua jam.

BENGKULU — Insiden terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat AR mengoperasikan alat berat di lokasi yang dikelola sebuah perusahaan tambang. Tebing setinggi puluhan meter di atasnya tiba-tiba longsor, menimbun ekskavator beserta korban di dalam kabin. Material pasir dan batu membuat korban terjebak dan baru bisa dikeluarkan dua jam kemudian, pukul 17.00 WIB.

"Saat dievakuasi, korban infonya masih sadar lalu dibawa ke RSUD Boyolali," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada detikJateng, Kamis (4/6).

Polisi Pastikan Kematian Murni Akibat Kecelakaan Kerja

Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Taufik Frida Mustofa, memastikan tidak ada unsur kekerasan dalam peristiwa ini. "Meninggal murni karena kecelakaan. Tidak ada tanda kekerasan, karena tertimbun longsor," jelasnya kepada detikJateng, Kamis siang.

Kapolsek Jatinom, AKP Damin, menambahkan bahwa longsor terjadi secara tiba-tiba saat korban tengah bekerja. "Tebing di atasnya longsor saat bekerja. Material menimbun alat berat dan terjebak di dalamnya," terang Damin.

Evakuasi Berlangsung Hingga Malam, Polisi Lakukan Penyelidikan

Proses evakuasi berlangsung alot karena material longsor yang menimpa ekskavator cukup tebal. Tim gabungan dari kepolisian dan warga sekitar bahu-membahu mengeluarkan korban. "Kita di lokasi sampai malam (melakukan penyelidikan)," imbuh Damin.

Hingga Kamis siang, polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan tambang terkait insiden ini. Polres Klaten juga belum memastikan apakah lokasi tambang tersebut memiliki izin operasi yang lengkap dan prosedur keselamatan kerja yang sesuai standar.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan kerja di sektor pertambangan, khususnya tambang galian C yang kerap beroperasi di area rawan longsor. Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah mencatat, sepanjang 2025 terjadi setidaknya 12 kecelakaan fatal di tambang galian C di eks-Karesidenan Surakarta. Mayoritas korban adalah operator alat berat yang bekerja tanpa alat pelindung diri memadai dan prosedur tanggap darurat yang jelas.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks