Harga minyak mentah dunia melesat pada perdagangan Senin (11/5/2026). Minyak acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), dan acuan global, Brent, sama-sama melonjak 3% dalam sehari.
JAKARTA — Lonjakan harga minyak dunia terjadi di tengah sentimen pasar global yang masih fluktuatif. Data terbaru menunjukkan WTI dan Brent kompak menguat tiga persen pada awal pekan ini.
Kenaikan 3% dalam Sehari: WTI dan Brent Kompak Menguat
Penguatan ini menyita perhatian pelaku pasar energi. Sebelumnya, harga minyak sempat tertekan oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
WTI untuk pengiriman Juni 2026 tercatat naik ke level tertinggi dalam sepekan terakhir. Brent untuk pengiriman Juli 2026 mengikuti tren positif yang sama.
Faktor Pemicu di Balik Lonjakan Harga Minyak
Analis menilai kenaikan ini dipicu oleh ekspektasi permintaan yang membaik. Data ekonomi dari negara konsumen minyak utama mendorong optimisme pasar.
Ketegangan geopolitik di kawasan penghasil minyak turut mendongkrak harga. Pasar juga mencermati kebijakan produksi OPEC+.
Dampak ke Ekonomi Indonesia: Harga BBM Subsidi Belum Terpengaruh
Lonjakan harga minyak dunia biasanya membebani subsidi energi dalam negeri. Namun, pemerintah belum mengumumkan perubahan harga BBM bersubsidi.
Kenaikan harga minyak mentah berpotensi mempengaruhi biaya produksi di sektor industri. Pelaku usaha diharapkan mengantisipasi fluktuasi harga komoditas energi global ini.