Misi 11 Tahun NASA di Mars Berakhir Sunyi, Wahana MAVEN Putus Kontak dan Tak Bisa Diselamatkan

Penulis: Ricki Manurung  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 01:57:01 WIB
Wahana MAVEN kehilangan kontak secara tiba-tiba saat melintas di belakang Mars pada Desember 2024.

NASA mengumumkan secara resmi bahwa mereka menghentikan semua upaya pencarian wahana MAVEN (Mars Atmosphere and Volatile EvolutioN) yang menghilang di balik Mars pada awal Desember 2024. Keputusan ini menutup salah satu misi terlama dan paling produktif dalam sejarah eksplorasi Mars.

"Saya rasa seluruh tim benar-benar mengalami kehilangan orang yang dicintai dengan berakhirnya misi ini," demikian pernyataan emosional yang dikutip dari pernyataan resmi badan antariksa Amerika Serikat tersebut.

Hilang di Balik Planet, Sinyal Tak Pernah Kembali

MAVEN dalam kondisi prima saat melintas di belakang Mars pada 6 Desember lalu. Peristiwa yang disebut okultasi ini adalah manuver rutin yang seharusnya berlangsung kurang dari satu jam. Namun ketika wahana itu seharusnya muncul kembali dan menyambung komunikasi dengan Bumi, tidak ada sinyal yang tertangkap.

Tim di Bumi yang dipimpin oleh Mike Moreau, manajer proyek MAVEN di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Maryland, langsung mengaktifkan rencana kontingensi. Mereka mendengarkan sinyal lemah dan mengirimkan perintah secara membabi buta — tanpa kepastian apakah wahana yang berjarak lebih dari 200 juta mil itu masih bisa menerimanya.

Upaya Berbulan-bulan Berujung Titik Terang yang Tak Kunyi

Harapan untuk menyelamatkan misi perlahan memudar seiring waktu. Setelah hampir dua bulan tanpa kabar, NASA akhirnya mengambil keputusan pahit. "NASA telah menghentikan upaya pencarian wahana MAVEN dan memulai aktivitas untuk menonaktifkan misi," ujar Moreau dalam pengumuman resmi pada Rabu lalu.

Yang membuat situasi ini lebih tragis: MAVEN tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau penuaan berarti sebelum insiden. Wahana ini masih dalam kondisi prima. Hilangnya kontak secara tiba-tiba mengindikasikan kemungkinan kegagalan fatal pada sistem komunikasi atau panel surya yang tidak bisa dipulihkan dari jarak sejauh itu.

Warisan Ilmiah MAVEN: Atmosfer Mars yang Hilang

MAVEN diluncurkan pada 2013 dengan misi utama mempelajari bagaimana atmosfer Mars perlahan terkikis oleh angin matahari. Selama 11 tahun beroperasi, wahana ini mengirimkan data yang mengubah pemahaman ilmuwan tentang evolusi iklim Mars — dari planet yang hangat dan basah menjadi gurun dingin dan kering seperti sekarang.

Data dari MAVEN menjadi fondasi bagi misi-misi Mars berikutnya, termasuk penempatan rover Perseverance dan helikopter Ingenuity. Tanpa pemahaman tentang atmosfer yang diberikan MAVEN, pendaratan presisi di Mars akan jauh lebih berisiko.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

NASA kini akan memulai proses penonaktifan misi secara bertahap. MAVEN akan dibiarkan mengorbit Mars dalam mode senyap. Tidak ada rencana untuk mengirim wahana penyelamat — jarak dan biayanya terlalu besar untuk sekadar misi perbaikan.

Bagi Indonesia, meski tidak terlibat langsung dalam misi ini, data MAVEN tetap relevan. LAPAN dan peneliti antariksa dalam negeri kerap menggunakan data atmosfer Mars untuk studi banding dengan atmosfer Bumi dan penelitian perubahan iklim. Hilangnya MAVEN berarti berkurangnya satu sumber data primer untuk riset atmosfer planet di masa depan.

Misi ini mungkin berakhir sunyi, tanpa ledakan atau sinyal perpisahan yang dramatis. Tapi warisan 11 tahun data ilmiahnya akan terus dipelajari selama bertahun-tahun mendatang.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: arstechnica.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top