BENGKULU UTARA — Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara Madeslianto memimpin langsung kunjungan kerja ke Desa Air Putih. Ia didampingi Kepala Bidang Penyuluhan Kusno, Subkoordinator Materi dan Informasi Asa Uli Rejeki, serta sejumlah staf dinas. Koordinator Penyuluh Kecamatan Marga Sakti Sebelat Ari Anggriawan turut hadir dalam pemantauan tersebut.
Kunjungan menyasar Kelompok Tani Brawijaya yang menjadi peserta pelatihan SDM-PKS. Dinas Perkebunan ingin mengetahui sejauh mana materi pelatihan memberi manfaat bagi anggota kelompok tani. Evaluasi juga menyoroti aspek pelaksanaan yang masih perlu diperbaiki.
Apa yang Dicari Dinas Perkebunan dalam Evaluasi Pelatihan SDM-PKS
Monitoring dan evaluasi diarahkan pada dua hal utama: manfaat pelatihan bagi petani dan kendala yang muncul selama pelaksanaan. Dinas Perkebunan juga memetakan kebutuhan tambahan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor sawit.
Hasilnya menjadi dasar penyusunan program pengembangan SDM perkebunan berikutnya. Menurut laman resmi Dinas Perkebunan Bengkulu Utara, evaluasi memberi gambaran tentang efektivitas pelatihan yang sudah berjalan.
Materi Pelatihan: Budidaya hingga Pengelolaan Kebun
Pelatihan SDM-PKS dirancang meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi petani kelapa sawit. Materinya mencakup penerapan praktik budidaya yang baik serta pengelolaan kebun secara lebih efektif.
Penerapan materi itu diharapkan mendorong kenaikan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan. Madeslianto meminta anggota Kelompok Tani Brawijaya mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan aktif.
Petani diminta menerapkan materi secara bertahap, disesuaikan dengan kondisi kebun masing-masing. Kerja sama kelompok, komunikasi dengan penyuluh, dan pemanfaatan pendampingan disebut sebagai bagian penting pengembangan usaha tani.
Kelompok Tani Brawijaya Minta Pendampingan Berkelanjutan
Kelompok Tani Brawijaya menyambut baik pelatihan SDM-PKS. Program ini dinilai memberi kesempatan bagi petani menambah wawasan dan keterampilan teknis mengelola kebun.
Kelompok tani berharap Dinas Perkebunan dan penyuluh terus mendampingi peserta agar materi bisa diterapkan di lapangan. Pendampingan berkelanjutan dianggap kunci peningkatan efisiensi usaha tani dan produktivitas kebun.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah, penyuluh perkebunan, dan kelompok tani. Dinas Perkebunan Bengkulu Utara memperoleh gambaran pelaksanaan dan manfaat pelatihan SDM-PKS sebagai bahan peningkatan kualitas sumber daya manusia perkebunan.