BENGKULU — Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitasnya. Letusan yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026) malam telah menyebarkan abu vulkanik hingga menyelimuti langit Jabodetabek, memaksa otoritas bandara memperpanjang penutupan operasional. Kementerian Perhubungan mencatat 1.558 penerbangan mengalami penundaan di 8 bandara, membuat pergerakan turis di Jakarta otomatis terhenti sementara.
Bandara Terdampak dan Skala Gangguan
Tujuh bandara menangguhkan operasionalnya hingga Senin (7/9/2026) pukul 18.00 WIB. Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang menjadi yang paling parah terdampak, diikuti enam bandara lain yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera.
Dampaknya terasa hingga ke penerbangan internasional. Maskapai Qantas menyebut empat rutenya terdampak, yakni QF39, QF40, QF41, dan QF42 yang berhubungan dengan Jakarta. Virgin Australia juga terkena imbas untuk rute yang sama.
Kabar Baik untuk Wisatawan ke Bali
Di tengah kekacauan ini, destinasi favorit wisatawan asing, Bali, dipastikan aman. Dikutip dari ABC News, Qantas mengonfirmasi penerbangan menuju dan dari Pulau Dewata tidak terganggu abu vulkanik. Maskapai Virgin Australia juga menyatakan hal serupa untuk rute Australia-Bali.
Artinya, rencana liburan ke Bali yang sudah disusun jauh-jauh hari tidak perlu berantakan. Pasokan penerbangan dari Australia sebagai salah satu pasar wisatawan terbesar Bali tetap berjalan normal.
Kebijakan Maskapai dan Hak Penumpang
Bagi yang penerbangannya batal, Qantas menawarkan pengembalian dana, kredit perjalanan, atau perubahan jadwal. Penumpang yang memesan tiket dari dan menuju Jakarta antara 5-9 September bisa mengubah jadwal hingga satu minggu setelah tanggal penerbangan awal, tergantung ketersediaan kursi.
Juru bicara Insurance Council of Australia menyarankan wisatawan untuk proaktif. "Dalam situasi seperti ini, wisatawan sebaiknya menghubungi maskapai atau agen perjalanan mereka terlebih dahulu untuk mengetahui pilihan yang tersedia, termasuk pemesanan ulang, pengaturan perjalanan alternatif, atau pengembalian dana," ujarnya.
Tips untuk Traveler yang Terdampak
- Pantau terus situs resmi maskapai atau aplikasi pelacak penerbangan untuk update status jadwal.
- Hubungi maskapai langsung, bukan menunggu di bandara, untuk opsi reschedule atau refund.
- Siapkan rencana cadangan akomodasi jika transit di Jakarta diperpanjang.
- Untuk yang menuju Bali, konfirmasi ulang jadwal tetap aman namun tetap pantau perkembangan erupsi.
Erupsi Gunung Anak Krakatau tahun ini menjadi pengingat bahwa perjalanan udara di Indonesia rentan terhadap kondisi alam. Untuk kabar terbaru status bandara dan gunung berapi, wisatawan bisa memantau akun resmi Kementerian Perhubungan dan Badan Geologi. Jika ragu, hubungi maskapai jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.