BENGKULU — Astra Motor Bengkulu melalui instruktur safety riding-nya, Noval Yunaidi, menekankan pentingnya kesiapan fisik dan teknis kendaraan bagi pengendara yang hendak beraktivitas pada malam hari. Kondisi jalan yang tampak sepi kerap membuat pengendara lengah, padahal justru di situasi inilah potensi bahaya mengintai. "Berkendara malam hari membutuhkan kewaspadaan lebih. Pastikan kendaraan dan kondisi tubuh benar-benar siap sebelum berangkat," ujar Noval.
Untuk meminimalisir risiko fatal di jalan, berikut lima poin penting yang perlu diperhatikan pengendara, sebagaimana disampaikan Astra Motor Bengkulu:
1. Pastikan Seluruh Lampu Motor Berfungsi Normal
Sebelum melaju, periksa kondisi lampu depan, lampu belakang, dan sein. Lampu bukan sekadar penerang jalan, tetapi juga berfungsi sebagai sinyal agar motor lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain dari arah berlawanan maupun dari belakang.
2. Gunakan Visor Helm Bening, Hindari Kaca Gelap
Helm berstandar SNI wajib digunakan, dan untuk perjalanan malam hari, visor bening adalah pilihan yang tepat. Visor dengan lensa gelap justru akan mengganggu pandangan dalam kondisi minim cahaya, sehingga mengurangi kemampuan pengendara mendeteksi lubang atau objek di depannya.
3. Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman
Jarak pandang yang terbatas membuat waktu reaksi pengendara menjadi lebih lama. Menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan menjadi langkah antisipasi yang paling efektif. "Kecepatan yang terkendali memberikan waktu lebih untuk bereaksi ketika muncul potensi bahaya," kata Noval menambahkan.
4. Jangan Paksakan Diri Melawan Rasa Kantuk
Mengantuk adalah sinyal bahaya yang serius karena menurunkan konsentrasi dan refleks berkendara. Ketika tubuh mulai lelah, pengendara disarankan segera berhenti di tempat yang aman untuk beristirahat sejenak. "Jangan memaksakan diri. Lebih baik berhenti sejenak daripada mengambil risiko di jalan," tegasnya.
5. Gunakan Perlengkapan Reflektif agar Lebih Terlihat
Mengenakan jaket atau aksesori dengan warna terang dan bahan reflektif sangat dianjurkan, terutama saat melintasi ruas jalan di Bengkulu yang minim penerangan. Perlengkapan reflektif membantu pengendara lain mengenali keberadaan motor dari jarak jauh, sehingga mengurangi potensi tabrakan dari belakang.
Noval menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar kewajiban sesaat. "Pastikan motor dalam kondisi baik, tubuh prima, gunakan perlengkapan yang tepat, dan selalu #Cari_Aman," ujarnya.