Pencarian

Pemerintah Tokyo Konversi Parkir Bawah Tanah Jadi Shelter Serangan Rudal, Ini Targetnya

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 14:36:01 WIB
Pemerintah Tokyo Konversi Parkir Bawah Tanah Jadi Shelter Serangan Rudal, Ini Targetnya
Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengumumkan rencana modifikasi Area Parkir Yaesu menjadi shelter serangan rudal.

BENGKULU — Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, mengumumkan rencana modifikasi Area Parkir Yaesu yang berlokasi 2 hingga 11 meter di bawah permukaan tanah. Lokasi ini dipilih karena merupakan "pintu gerbang ibu kota" yang menjadi titik berkumpulnya ribuan warga dan wisatawan setiap hari.

Spesifikasi Shelter dan Fasilitas Pendukung

Menurut pejabat pemerintah metropolitan, modifikasi akan mencakup pemasangan pintu tahan ledakan serta rak penyimpanan untuk perlengkapan darurat. Fasilitas ini akan menjadi shelter bawah tanah kedua di Tokyo setelah konversi fasilitas penyimpanan bencana seluas 1.400 meter persegi di stasiun kereta bawah tanah Azabu-Juban.

Koike menyebut uji coba peluncuran rudal oleh Korea Utara ke perairan kawasan, termasuk Laut Jepang, sebagai "ancaman serius dan berat yang sama sekali tidak dapat ditoleransi". Ia menekankan perlunya melindungi nyawa dan harta benda warga Tokyo dari potensi serangan.

Jadwal Konstruksi dan Nilai Proyek Belum Final

Tanggal penyelesaian, persyaratan konstruksi khusus, dan biaya proyek akan ditentukan setelah survei selesai. Survei tersebut dijadwalkan berlangsung hingga tahun fiskal 2027, yang berarti pembangunan fisik kemungkinan baru dimulai setelah kajian teknis tuntas.

Perluasan Program Shelter di Tengah Ketegangan Regional

Rencana ini merupakan bagian dari program nasional Jepang yang lebih luas. Tahun lalu, pemerintah pusat mengumumkan pembangunan shelter serupa di pulau-pulau terpencil Okinawa, Jepang selatan, seiring meningkatnya tekanan militer China terhadap Taiwan.

Di Pulau Yonaguni, pulau paling barat Jepang yang terletak sekitar 110 kilometer di sebelah timur Taiwan, pekerjaan konstruksi shelter dijadwalkan rampung sekitar musim semi 2028. Program ini mencerminkan perubahan doktrin pertahanan sipil Jepang yang kini memasukkan ancaman rudal sebagai skenario utama, bukan sekadar bencana alam.

Keputusan Tokyo untuk memprioritaskan lokasi dekat Stasiun Tokyo menunjukkan kekhawatiran pemerintah metropolitan terhadap kepadatan populasi di pusat kota. Area parkir bawah tanah dinilai memiliki struktur beton yang relatif kokoh sehingga lebih mudah dimodifikasi dibandingkan membangun shelter baru dari nol.

Belum ada keterangan resmi mengenai kapasitas maksimal shelter Yaesu dan mekanisme evakuasi warga saat peringatan dini berbunyi. Detail teknis tersebut baru akan dipublikasikan setelah survei awal selesai dilakukan.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks