BENGKULU — Kedatangan Prabowo dengan Maung MV3 Garuda Limousine berkelir putih sekitar pukul 08.05 WIB menjadi simbol ketahanan industri pertahanan nasional. Sekitar 27 menit sebelumnya, Jokowi telah memasuki kompleks dengan BMW i7 hitam berpelat strip biru, penanda kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) yang tengah didorong pemerintah.
Dua kendaraan ini merepresentasikan arah berbeda dalam mobilitas kepala negara: satu mengedepankan ketahanan dan produksi lokal, satu lagi menonjolkan elektrifikasi dan kemewahan teknologi Jerman.
Maung MV3 Garuda Limousine: Baja Pertahanan Buatan Pindad
Maung MV3 Garuda Limousine bukan sekadar kendaraan upacara. Dengan dimensi panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan bobot 2,95 ton, kendaraan ini dirancang khusus oleh PT Pindad sebagai kendaraan kepresidenan berlapis baja.
Proteksinya mengandalkan material composite armor dan kaca antipeluru level B5 hingga B6. Ban R21 berjenis run-flat tyre memastikan kendaraan tetap bisa melaju meski ban mengalami kebocoran. Mesinnya menghasilkan tenaga 202 PS yang disalurkan lewat transmisi otomatis delapan percepatan, dengan kecepatan maksimum 100 km per jam.
Kabinnya dilengkapi captain seat elektrik dengan penopang kaki, panel kendali sentuh, head unit 12 inci, kamera 360 derajat, LED smart TV, hingga cooled storage dan Wi-Fi portabel. Posisinya jelas: etalase kemampuan industri otomotif dan pertahanan nasional untuk kebutuhan strategis negara.
BMW i7 xDrive60: Kemewahan Elektrifikasi dengan Tenaga 536 Hp
Di sisi lain, BMW i7 yang ditumpangi Jokowi adalah varian xDrive60 Gran Lusso yang dipasarkan BMW Indonesia. Sedan listrik ini menghasilkan tenaga 400 kW atau setara 536 hp, mampu melesat dari 0 ke 100 km per jam dalam 4,7 detik dan mencapai kecepatan puncak 240 km per jam.
Berdasarkan pengujian WLTP, jarak tempuhnya diklaim mencapai 515 hingga 624 km dengan konsumsi energi 22,3 hingga 18,5 kWh per 100 km. Kabin belakangnya dimanjakan BMW Theatre Screen 31,3 inci, sistem audio Bowers & Wilkins 1.965 watt dengan 36 pengeras suara, serta atap panorama Sky Lounge.
Dua Presiden, Dua Pesan yang Berbeda
Kedatangan Jokowi yang lebih awal dengan BMW i7 menunjukkan kontinuitas penggunaan kendaraan listrik, sejalan dengan kebijakan percepatan KBLBB yang digaungkan selama masa kepemimpinannya. Sementara Prabowo dengan Maung Garuda menegaskan prioritas kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
Keduanya hadir dalam Sidang Tahunan MPR yang dijadwalkan dimulai pukul 08.30 WIB. Prabowo diagendakan menyampaikan Pidato Kenegaraan dan Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara sekaligus pidato dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Selain Jokowi, hadir pula Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin, Wapres ke-11 Boediono, serta Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla. Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono tidak hadir dalam agenda tahunan tersebut.