BENGKULU — Kepastian Vinicius bertahan di Santiago Bernabeu pada pekan lalu memaksa The Gunners mengubah rencana belanja pemain. Klub London Utara itu sebelumnya dikabarkan sangat bernafsu memboyong pemain asal Brasil tersebut untuk mengisi kekosongan di sektor sayap kiri, posisi yang ditinggalkan Leandro Trossard.
“Ya, itulah yang sedang kami upayakan. Pemain yang didatangkan haruslah sosok yang tepat di bursa transfer agar kami bisa menjadi [tim] yang lebih baik. Kami sangat menantikan hal itu,” ucap Arteta seperti dilansir dari ESPN.
Dua Sektor Krusial yang Wajib Dibenahi
Kebutuhan Arsenal akan pemain baru bukan sekadar keinginan memperkuat skuad, melainkan sebuah keharusan. Situasi darurat tengah melanda lini pertahanan. William Saliba dipastikan absen cukup lama akibat cedera punggung yang dialaminya saat membela Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Hal ini membuat Arteta kehilangan duet ideal Gabriel Magalhaes di jantung pertahanan.
Di sisi lain, bek kanan Jurrien Timber juga belum pulih dari cedera. Kombinasi dua pemain bertahan yang absen ini membuat kedalaman skuad Arsenal di lini belakang sangat menipis. Arteta tentu tak ingin mengulang kesalahan musim lalu ketika timnya kehabisan stok bek tengah di momen krusial perburuan gelar.
Investasi Rp1,8 Triliun untuk Bruno Guimaraes
Sejauh ini, Arsenal sebenarnya sudah bergerak cepat di bursa transfer dengan mengamankan jasa Bruno Guimaraes dari Newcastle United. Gelandang asal Brasil itu ditebus dengan biaya transfer mencapai 75 juta poundsterling atau setara Rp1,8 triliun.
Namun, kedatangan Guimaraes dinilai belum menyelesaikan masalah utama. Kepergian Trossard meninggalkan lubang besar di sisi kiri penyerangan. Arteta membutuhkan sosok dengan profil mirip Vinicius yang mampu memberikan kecepatan dan kreativitas. Dengan batalnya transfer tersebut, nama-nama baru pun mulai dikaitkan dengan Emirates Stadium.
Ujian Terberat Arteta di Sisa Musim
Situasi ini menjadi ujian terbesar bagi Arteta dalam mengarungi kompetisi. Ia harus cermat memilih pemain yang tidak hanya sekadar pengganti, tetapi mampu beradaptasi cepat dengan filosofi permainannya. Kegagalan mendatangkan target utama kerap menjadi bumerang jika manajemen gagal menemukan plan B yang tepat.
Para penggemar Arsenal pun menanti keputusan selanjutnya dari Arteta dan direktur olahraga. Apakah mereka akan mengamankan pemain pinjaman untuk menambal lubang sementara, atau berani menggelontorkan dana besar untuk bintang lain? Yang jelas, bursa transfer belum ditutup dan Arsenal masih punya waktu untuk berbenah.