BENGKULU — Harga emas batangan di pasar domestik, termasuk yang dipantau dari Bengkulu, mengalami penurunan tipis pada Sabtu (8/8/2026). Berdasarkan pantauan pasar pukul 03.45 WIB, harga emas Antam (Logam Mulia) untuk gramasi 1 gram berada di kisaran Rp2.640.000 hingga Rp2.679.000 per gram, sementara emas UBS tercatat Rp2.518.000 per gram.
Untuk harga emas digital dan rata-rata pasar, rentangnya berada di level Rp2.482.000 hingga Rp2.566.000 per gram. Adapun harga buyback atau pembelian kembali oleh platform dilaporkan berada di kisaran Rp2.482.000–Rp2.515.000 per gram.
Dolar AS dan Troy Ons Global Tekan Harga Lokal
Pergerakan harga emas di dalam negeri tidak bisa dilepaskan dari dinamika pasar internasional. Harga troy ons emas dunia tercatat berada di sekitar US$4.246 per ons, yang menjadi patokan utama setelah dikonversi ke rupiah.
Volatilitas kurs rupiah terhadap dolar AS turut memperkuat tekanan. Setiap penguatan dolar cenderung membuat harga emas dalam rupiah ikut tertekan, sehingga selisih harga jual dan buyback pun melebar.
Mengapa Harga Emas Masih Diminati untuk Lindung Nilai?
Di tengah pelemahan harga, emas batangan tetap menjadi instrumen lindung nilai bagi investor ritel. Pakar pasar modal dari Universitas Indonesia, Dr. Rina Saputra, mengatakan faktor eksternal dan sentimen investor masih dominan dalam pergerakan harga saat ini.
"Ketidakpastian di pasar keuangan global serta kebijakan moneter utama mempengaruhi aliran modal ke aset safe haven seperti emas. Namun di level domestik, pergerakan kurs dan biaya pajak juga menentukan harga akhir yang diterima konsumen," ujarnya ketika dihubungi via telepon.
Biaya Pajak dan Ongkos Cetak Bikin Harga di Toko Lebih Mahal
Konsumen perlu mencermati bahwa harga yang terpajang di toko fisik biasanya lebih tinggi dari harga dasar. Pembelian emas batangan kerap dikenai PPh final berkisar 0,25% hingga 0,9% tergantung kebijakan pelaporan penjual dan pembeli.
Selain itu, biaya tambahan seperti ongkos cetak dan sertifikat juga membuat selisih antara harga dasar dan harga yang dibayar konsumen di toko fisik cukup signifikan.
Pembeli Ritel di Pasar Tradisional Masih Incar Gramasi 0,5–5 Gram
Arus permintaan dari pembeli ritel dilaporkan stabil, terutama untuk gramasi kecil 0,5–5 gram. Seorang pedagang emas skala kecil yang enggan disebutkan namanya mengatakan, "Pembeli masih mencari gram kecil karena likuiditasnya lebih mudah saat butuh dana. Harga sempat naik minggu lalu, lalu berfluktuasi sekarang konsumen menunggu peluang beli."
Data historis menunjukkan bahwa harga emas Antam saat ini masih sekitar 17,83% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) yaitu Rp3.168.000 per gram yang dicatat pada 29 Januari. Pergerakan jangka pendek diprediksi akan mengikuti sentimen global, sementara investor jangka panjang menilai emas tetap menarik sebagai diversifikasi portofolio.
Bagi konsumen yang ingin memantau lebih rinci, harga dasar, harga setelah pajak, serta harga buyback per gram dan per gramasi lebih besar (misal 5 gram, 10 gram, 100 gram) tersedia pada situs resmi produsen dan platform perdagangan emas digital. Pengamat menyarankan pembeli memperhatikan spread antara harga jual dan buyback serta biaya tambahan sebelum bertransaksi.