Pencarian

VW Siapkan Pickup untuk Pasar AS, Incar Produksi Lokal demi Hindari Pajak Ayam

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 07:53:31 WIB
VW Siapkan Pickup untuk Pasar AS, Incar Produksi Lokal demi Hindari Pajak Ayam
Volkswagen menyiapkan model pikap anyar untuk pasar Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi pemulihan penjualan.

BENGKULU — Rencana kebangkitan Volkswagen di pasar Amerika Serikat mulai terungkap. Mengutip sumber internal perusahaan yang dilaporkan Reuters, pabrikan asal Jerman itu tengah menyiapkan model pikap anyar yang diyakini menjadi kendaraan niaga pertama mereka di Negeri Paman Sam sejak puluhan tahun lalu. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar VW untuk memulihkan performa penjualan yang terus tertekan di salah satu pasar terbesar dunia itu.

Marco Schubert dan Strategi Baru di Pasar AS

Selain menghadirkan produk baru, Volkswagen juga disebut akan menunjuk Marco Schubert sebagai CEO baru untuk wilayah Amerika Serikat. Sosoknya diharapkan membawa pendekatan segar dalam menghadapi persaingan ketat melawan pemain lokal seperti Ford, General Motors, dan Ram, yang selama ini mendominasi segmen truk pikap.

Keputusan untuk merakit pikap secara lokal bukan tanpa alasan. Dengan produksi di dalam negeri, VW dapat menghindari bea masuk 25 persen untuk truk komersial yang diimpor, atau yang populer disebut chicken tax. Kebijakan ini sudah berlaku sejak era 1960-an dan menjadi penghalang utama bagi merek asing yang ingin menjual truk di pasar AS.

Mengapa Pikap Menjadi Kunci Kebangkitan VW?

Segmen pickup di Amerika Serikat adalah salah satu kategori kendaraan paling menguntungkan dan paling diminati konsumen. Kehadiran model ini diharapkan mampu mengerek pangsa pasar Volkswagen yang selama ini bertumpu pada SUV dan sedan. Meski detail teknis belum diungkap, keputusan untuk membangun pikap secara lokal menunjukkan keseriusan VW dalam jangka panjang.

Langkah ini juga sejalan dengan tren industri yang menunjukkan bahwa konsumen Amerika semakin loyal pada kendaraan serbaguna. Jika terealisasi, pikap ini akan menjadi pesaing langsung bagi Ford Ranger, Toyota Tacoma, dan Chevrolet Colorado yang sudah lebih dulu menguasai pasar.

Kabar Recall dan Penurunan Penjualan Prius

Di sisi lain, Toyota tengah menghadapi masalah teknis. Pabrikan Jepang itu menarik lebih dari 500.000 unit Camry model 2025 dan 2026 di Amerika Serikat. Masalahnya terletak pada layar instrumen 7 inci yang tiba-tiba bisa mati saat berkendara. Perbaikan dilakukan lewat pembaruan perangkat lunak, namun pemilik tetap harus membawa mobilnya ke bengkel resmi.

Sementara itu, penjualan Toyota Prius di AS justru merosot tajam hingga 40,3 persen sepanjang 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu. Menariknya, varian plug-in hybrid Prius masih laris, sementara versi hybrid konvensional kehilangan daya tarik. Salah satu penyebabnya adalah banyak model Toyota lain yang kini sudah dibekali teknologi hybrid standar, termasuk Camry yang tidak lagi menjual versi mesin bensin murni.

Kabar Lain dari Dunia Otomotif

Maserati dikabarkan kembali mempertimbangkan mesin V8 untuk model GranTurismo dan GranCabrio setelah sebelumnya berkomitmen beralih sepenuhnya ke elektrifikasi. Namun, mesin yang digunakan bukan berasal dari pabrik Hemi Amerika, melainkan unit berkapasitas lebih kecil yang dirancang khusus untuk pasar Eropa.

Ford juga telah melanjutkan penjualan Lincoln Nautilus Hybrid buatan China di Kanada, meski belum jelas apakah pengiriman dilakukan melalui sistem kuota baru yang membatasi jumlah kendaraan impor dari China. Di Jepang, BMW meluncurkan M2 CS edisi khusus bernama "Edge" yang hanya diproduksi 40 unit, dengan knalpot ganda di tengah dan penutup mesin serat karbon.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: thedrive.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks