BENGKULU — Persoalan irigasi dan jalan usaha tani mendominasi dialog reses yang digelar Anggota DPRD Kota Bengkulu, Nuzuludin, SE, di Kelurahan Panorama. Kegiatan yang berlangsung Sabtu malam (1/8/2026) itu dihadiri warga dari dua kecamatan, yakni Singaran Pati dan Gading Cempaka.
Nuzuludin menyebut, hampir seluruh peserta yang hadir dalam dialog tersebut berprofesi sebagai petani. Keluhan yang disampaikan pun berputar pada tiga hal utama: perbaikan sistem irigasi, pembangunan jalan usaha tani, dan pembenahan jalan lingkungan di area persawahan.
Usulan Infrastruktur Pertanian Sudah Masuk ke Pemkot
Politisi Gerindra itu memastikan sejumlah usulan terkait infrastruktur pertanian telah diajukan dalam forum penganggaran di Pemerintah Kota Bengkulu. Ia optimistis realisasi dapat segera dilakukan seiring dimulainya penggunaan anggaran daerah.
"Kebetulan audiensnya petani ya, berputar pada masalah irigasi dan jalan usaha tani. Beberapa kegiatan sudah dilakukan usulannya kemarin di kewenangan. Mudah-mudahan usulan itu bisa segera direalisasikan, mengingat sekarang Pemerintah Daerah juga baru menggunakan anggarannya. Saya yakin bisa segera direalisasikan," ujar Nuzuludin dalam wawancaranya.
Percepatan Infrastruktur Dasar untuk Jaga Roda Ekonomi
Nuzuludin menegaskan komitmennya mengawal seluruh titik tekan usulan warga agar masuk dalam skala prioritas penganggaran. Ia menilai percepatan pembangunan infrastruktur dasar pertanian bersifat krusial, bukan sekadar pelengkap.
Menurutnya, kondisi irigasi dan akses jalan yang memadai akan berdampak langsung pada aktivitas produksi petani. Hal itu pada akhirnya turut menentukan stabilitas roda perekonomian dan kesejahteraan warga di dua kecamatan tersebut.
Meski belum ada kepastian jadwal eksekusi, Nuzuludin menyatakan akan terus memantau perkembangan usulan tersebut. Ia berjanji menjadikan aspirasi petani Panorama sebagai salah satu prioritas utama yang diperjuangkan di tingkat dewan.