BENGKULU — Framework mengumumkan penyesuaian harga drastis untuk Laptop 13 Pro melalui sebuah blog post resmi. Kenaikan paling ekstrem terjadi pada modul memori LPCAMM2, yang digunakan khusus di varian laptop dengan prosesor Intel Core Ultra Series 3. Sementara itu, model yang menggunakan prosesor AMD Ryzen AI 300 tetap memakai modul SO-DIMM konvensional dan tidak terdampak perubahan ini.
Harga Memori Melonjak, Pesanan Lama Diakali dengan Upgrade Turun
CEO Framework, Nirav Patel, menjelaskan bahwa pemasok LPCAMM2 tiba-tiba mengirimkan harga baru yang jauh di luar perkiraan. "Kami baru saja menerima pembaruan biaya dari pemasok LPCAMM2 yang melampaui apa pun yang kami prediksi dan tidak mampu kami serap tanpa membahayakan kemampuan operasional," tulis Patel dalam pengumuman resmi.
Alih-alih kenaikan rendah hingga dua digit persen yang diperkirakan untuk kuartal ketiga, harga yang diterima justru lebih dari dua kali lipat dari stok sebelumnya. Akibatnya, harga eceran untuk modul 32GB naik dari USD 439 menjadi USD 800 (sekitar Rp 13,2 juta), sementara modul 64GB naik dari USD 849 menjadi USD 1.600 (sekitar Rp 26,4 juta). Modul 16GB masih dijual USD 239, namun Framework mengisyaratkan harga itu akan naik begitu stok habis.
Cara Framework Mengakali Stok untuk Pre-order yang Sudah Masuk
Untuk meminimalkan dampak ke pelanggan yang sudah melakukan pre-order, Framework menerapkan strategi kompensasi. Perusahaan memiliki cukup modul 64GB untuk memenuhi pesanan laptop hingga Batch 4 dan mainboard hingga Batch 7. Untuk pesanan di luar itu yang semula dikonfigurasi dengan 64GB, Framework akan menggantinya dengan modul 32GB di harga 32GB awal.
Strategi serupa berlaku untuk pesanan 32GB: pesanan di luar kuota stok akan dikonversi ke modul 16GB dengan harga 16GB awal. Namun, untuk konfigurasi pre-built dengan prosesor Core X7 Ultra yang tidak memiliki opsi 16GB, Framework tidak akan menurunkan spesifikasi dan tetap mempertahankan konfigurasi 32GB sesuai pesanan awal. Konfigurasi 16GB untuk varian itu rencananya akan diperkenalkan kemudian.
Harga Sistem dan Mainboard Juga Ikut Naik
Kenaikan harga tidak berhenti di memori. Framework juga menaikkan harga laptop dan mainboard untuk pesanan baru. Patel menyebut biaya prosesor X7 dan X9, lisensi Windows, serta biaya memori, penyimpanan, dan silikon lain untuk konfigurasi Ryzen AI 300 Series ikut naik.
Menariknya, Framework juga mencatat ada komponen yang justru turun harga, seperti modul DDR5 48GB dan SSD SN850X 8TB serta SN7100 1TB. Untuk pesanan yang belum terkirim dengan komponen yang harganya turun, Framework akan menyesuaikan harga ke lebih rendah. Sebaliknya, jika komponen naik, perusahaan tetap mengenakan harga sesuai saat pemesanan awal.
Jadwal Pengiriman dan Dampak ke Konsumen
Framework menjadwalkan pengiriman batch pertama Laptop 13 Pro pada Juli mendatang. Artinya, perusahaan hanya punya waktu sekitar sepekan untuk mengirimkan unit pertama. Patel dan timnya terus memperbarui blog resmi sebagai bentuk transparansi di tengah kondisi rantai pasok yang tidak menentu — sebuah langkah yang lebih terbuka dibandingkan kebanyakan vendor PC lain.
Bagi konsumen Indonesia yang berminat, perubahan harga ini perlu diperhitungkan secara matang. Kenaikan signifikan pada varian Intel Core Ultra Series 3 membuat opsi AMD Ryzen AI 300 dengan SO-DIMM konvensional menjadi alternatif yang lebih stabil dari segi biaya. Namun, keputusan akhir tetap tergantung pada kebutuhan akan performa spesifik dan ketersediaan di pasar lokal.