Langit senja di atas hamparan sawah hijau Kemumu berubah menjadi lautan titik-titik cahaya saat ribuan lampion kertas diterbangkan. Masyarakat yang hadir sejak sore hari tampak hanyut dalam suasana khidmat, memandangi lampion-lampion yang perlahan menghilang di ufuk jingga.
Akar Tradisi yang Lahir pada 2025
Bupati Arie Septia Adinata menjelaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar atraksi wisata. Ia merupakan ritual tahunan yang pertama kali digagas pada 2025 silam dalam rangkaian Festival Kemumu di lokasi yang sama.
"Semoga dengan dilepasnya lampion ini, maka harapan dan doa kita bersama untuk mewujudkan Bengkulu Utara Mahabbah akan terwujud," ujar orang nomor satu di Kabupaten Bengkulu Utara itu di hadapan ribuan warga.
Mengapa Sawah Kemumu Dipilih?
Kawasan persawahan Kemumu memiliki nilai historis dan ekologis yang kuat. Di balik hamparan hijaunya, terdapat sistem irigasi teknis peninggalan Belanda yang disebut Palak Siring. Sistem ini selama puluhan tahun menjadi tulang punggung produksi padi di daerah tersebut.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mulai mengembangkan Kemumu sebagai kawasan ekowisata berbasis konservasi. Festival lampion menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya lokal ke panggung nasional.
Rafflesia Kemumu Festival 2026: Tiga Hari Perayaan
Rangkaian RKF 2026 berlangsung selama tiga hari, sejak 1 Juli 2026. Puncak acara di malam penutupan menjadi momen yang paling dinantikan. Penerbangan seribu lampion menjadi daya tarik utama yang menyedot perhatian warga dari berbagai kecamatan di Bengkulu Utara.
Pemimpin daerah berusia 37 tahun itu menegaskan komitmennya membangun kabupaten dengan semangat kebersamaan dan cinta. Visi Bengkulu Utara Mahabbah, menurutnya, tidak bisa diwujudkan tanpa partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Dari Sawah ke Langit, Harapan yang Terbang Tinggi
Lampion-lampion yang diterbangkan warga di area persawahan itu bukan sekadar hiasan. Setiap lampion membawa doa dan cita-cita pribadi maupun kolektif warga untuk masa depan daerah yang lebih baik.
Momen ini menjadi penutup yang sempurna bagi festival yang mengusung tema pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata. Pemerintah daerah berharap tradisi ini terus berlanjut dan menjadi ikon tahunan Kabupaten Bengkulu Utara.