JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (Persero) memacu pemulihan pasokan listrik pasca-gangguan sistem transmisi yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Sumatera. Wakil Menteri ESDM Yuliot menegaskan prioritas utama adalah memulihkan aktivitas masyarakat dan ekonomi yang sempat lumpuh.
Hingga Sabtu (23/5) pukul 19.00 WIB, proses normalisasi menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total 13,1 juta pelanggan yang terdampak, sebanyak lebih dari 8,5 juta pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik. Namun, masih ada sekitar 4,6 juta pelanggan yang menunggu pemulihan, tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Aceh.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menjelaskan indikasi awal gangguan berasal dari sistem transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan ini diduga dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem. “Gangguan tersebut kemudian memicu gangguan berantai (domino effect) pada sistem kelistrikan Sumatera sehingga berdampak pada sejumlah pembangkit di berbagai wilayah,” ujar Darmawan dalam keterangan resminya.
Pemerintah tidak tinggal diam. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno menyampaikan bahwa tim inspektur ketenagalistrikan telah diterjunkan ke lapangan. Tim ini akan diperkuat untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mencari akar penyebab gangguan. “Kami memastikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Tri.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan arahan strategis kepada PLN. Instruksinya mencakup peningkatan keandalan backbone sistem Sumatera melalui pembangunan pembangkit dan transmisi 500 kV/275 kV. Selain itu, PLN juga diminta menyiapkan infrastruktur blackstart—pembangkit khusus yang bisa menyala sendiri tanpa listrik eksternal—untuk mempercepat pemulihan jika gangguan serupa terjadi di masa depan.
Data dari PLN menunjukkan bahwa beban sistem yang telah berhasil dipulihkan mencapai 3.431,21 MW dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak. Seluruh gardu induk terdampak, sebanyak 176 unit, telah berhasil beroperasi kembali. Bagi warga Bengkulu yang masih mengalami pemadaman, PLN memastikan seluruh personel di lapangan bekerja maksimal untuk normalisasi sistem secara bertahap dan terkoordinasi.
Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. “Sejak kejadian terjadi, seluruh personel kami langsung bergerak melakukan asesmen, pemulihan sistem transmisi dan gardu induk, serta menyalakan kembali pembangkit secara bertahap dan terkoordinasi,” ujarnya. Pemerintah berjanji akan mengawal proses pemulihan hingga pasokan listrik benar-benar andal dan aman bagi seluruh pelanggan di Sumatera.