Dugaan Perselingkuhan ASN dan Oknum Kades di Bengkulu Utara Kembali Mencuat, Keluarga Suami Sudah Kantongi Bukti Pertemuan

Penulis: Alfian Batubara  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:40:01 WIB
Dugaan perselingkuhan ASN dan oknum kades di Bengkulu Utara kembali mencuat setelah keluarga suami kantongi bukti pertemuan.

BENGKULU UTARA — Dugaan perselingkuhan antara seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan oknum kepala desa di Kabupaten Bengkulu Utara kembali menjadi persoalan pelik di tengah masyarakat. Masalah yang semula dianggap selesai melalui jalur adat, justru kembali mencuat setelah pihak keluarga suami angkat bicara ke media, Jumat (22/5/2026).

Musyawarah Adat Gagal, Bukti Baru Muncul

Menurut pengakuan pihak suami, persoalan ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Bahkan, sempat digelar musyawarah adat di rumah ketua adat desa setempat untuk mendamaikan kedua belah pihak. Dalam pertemuan itu, oknum ASN dan oknum kades disebut telah berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

“Persoalan ini sebenarnya sudah lama. Bahkan dulu pernah dilakukan musyawarah adat dan perdamaian di rumah ketua adat desa kami. Waktu itu sudah ada kesepakatan bahwa keduanya tidak akan mengulangi lagi,” ungkap pihak suami.

Namun, janji itu dinilai hanya di atas kertas. Pihak keluarga mengaku beberapa kali memergoki keduanya masih bertemu secara diam-diam. Salah satu bukti yang disebut-sebut adalah rekaman mereka saat masuk ke dalam ATM bersama.

“Namanya manusia kalau sudah gelap mata dan hatinya, ya seperti ini. Kami pernah mendokumentasikan mereka bertemu dan masuk ke ATM berdua,” ujarnya.

Rencana Penggerebekan Gagal karena Informasi Bocor

Kekecewaan keluarga semakin memuncak setelah rencana penggerebekan yang mereka susun beberapa waktu lalu gagal total. Saat itu, oknum kades diduga mengantar oknum ASN ke tempat pijat atau urut di salah satu lokasi di Bengkulu Utara.

“Beberapa waktu lalu mereka hampir kami gerebek saat oknum kades mengantar oknum ASN urut di salah satu tukang urut. Tapi informasi itu bocor, jadi saat kami datang oknum kades sudah melarikan diri dan yang kami temui hanya oknum ASN, di tempat tukang urut,” beber pihak keluarga.

Peristiwa itu membuat pihak keluarga merasa geram. Mereka menilai bahwa mediasi adat sebelumnya tidak memiliki efek jera. “Sepandainya tupai melompat suatu saat pasti akan jatuh. Ini seperti menyimpan bangkai, lama-kelamaan pasti akan tercium juga aromanya,” ujar salah satu anggota keluarga dengan nada kecewa.

Belum Ada Klarifikasi dari Oknum ASN dan Kades

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari oknum ASN maupun oknum kepala desa yang disebut dalam dugaan perselingkuhan tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh keterangan berimbang.

Pihak keluarga berharap agar persoalan ini tidak terus menjadi konsumsi liar di masyarakat dan meminta adanya penyelesaian yang lebih tegas, baik dari instansi tempat oknum ASN bekerja maupun dari pemerintah desa setempat.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: tintarakyat.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top