Pencarian

Warga Kota Bengkulu Sebut Sumpah Pemuda Bukan Hanya Milik Anak Muda, Orang Tua Diminta Ingatkan Generasi Penerus

Kamis, 29 Oktober 2026 • 12:31:32 WIB
Warga Kota Bengkulu Sebut Sumpah Pemuda Bukan Hanya Milik Anak Muda, Orang Tua Diminta Ingatkan Generasi Penerus
Warga Kota Bengkulu, Irwanto, menilai peringatan Sumpah Pemuda perlu melibatkan peran orang tua dalam mengingatkan generasi penerus.

BENGKULU — Irwanto, warga Kota Bengkulu, menyebut peringatan Sumpah Pemuda mestinya melibatkan orang tua, bukan cuma anak muda yang jadi peserta upacara. Menurut dia, orang tua punya tugas mengingatkan generasi penerus soal hari-hari nasional. Cara itu dinilainya efektif menumbuhkan rasa nasionalisme.

"Peran yang nyata bagi orang tua seperti kami ini, mengingatkan anak kami, anak muda, ketika berkumpul, bahwa anak muda inilah nanti yang akan jadi penerus bangsa, dan harus selalu ingat tentang hari-hari nasional, untuk menumbuhkan rasa nasionalisme bagi para pemuda," kata Irwanto di Bengkulu, Rabu.

Sejarah 28 Oktober jadi Pengingat Lintas Generasi

Bagi Irwanto, pemahaman sejarah perjuangan bangsa harus terus ditanamkan. Anak muda perlu mengenal nilai-nilai nasionalisme sejak dini. Dengan begitu, mereka sadar posisinya sebagai penerus bangsa.

Pandangan serupa datang dari Puji dan istrinya, Susi (41), yang berjualan es campur di sekitar Jalan Dharma Wanita, Kota Bengkulu. Keduanya menilai peringatan Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat terhadap perjuangan pemuda terdahulu.

"Untuk semua warga Indonesia sebenarnya, untuk mengingat para pemuda dahulu, dalam acara Sumpah Pemuda itu dulunya, semangat dan perjuangannya," kata Puji.

Harapan agar Masyarakat Tak Lupakan Sejarah Persatuan

Susi berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Dia juga meminta warga tidak melupakan sejarah perjuangan para pemuda yang membangun semangat persatuan Indonesia.

Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang ikrar persatuan yang lahir dari Kongres Pemuda II pada 1928. Semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa.

Di Kota Bengkulu, makna ikrar itu diterjemahkan warga lewat peran sehari-hari di lingkungan keluarga. Orang tua mengingatkan anak, pedagang mengajak pembeli mengenang sejarah. Persatuan tidak berhenti sebagai slogan upacara, tetapi jadi kebiasaan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks