BENGKULU — Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Kantor Gubernur Bengkulu dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Ir. H. Mian yang bertindak sebagai inspektur upacara. Irwasda Polda Bengkulu Kombes Pol Djafar Sodik, S.H., M.Han., tampak hadir di antara peserta upacara bersama jajaran Forkopimda Provinsi Bengkulu. Kehadiran Irwasda disebut sebagai bentuk sinergitas antara Polda Bengkulu dan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mendukung pembinaan kepemudaan.
Tema Upacara: Patriotik, Gigih, Berempati
Dalam upacara tersebut, Wagub membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda Untuk Indonesia". Amanat itu menekankan bahwa kemajuan bangsa bertumpu pada karakter manusia, bukan semata pada capaian materiil.
"Kemajuan sejati dimulai dari manusia, dari karakter. Kita butuh pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati," ujar Wagub saat membacakan amanat Menpora.
Wagub menjabarkan tiga kata kunci tema tersebut dalam amanatnya. Patriotik dimaknai sebagai kecintaan pada Indonesia yang diwujudkan lewat pengabdian nyata, gigih sebagai sikap tidak menyerah saat menghadapi kesulitan, dan berempati sebagai kepedulian terhadap kesulitan sesama.
"Patriotik berarti mencintai Indonesia dengan pengabdian nyata, gigih berarti tidak menyerah menghadapi kesulitan, dan berempati berarti peduli dengan kesulitan sesama. Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya," ujar irup.
Penghargaan untuk Pemuda Berprestasi Bengkulu
Setelah upacara selesai, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada pemuda-pemudi berprestasi Provinsi Bengkulu. Penghargaan itu menjadi penutup rangkaian peringatan sebelum seluruh peserta berfoto bersama.
Sepanjang prosesi, upacara berlangsung khidmat, aman, dan lancar. Unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu hadir melengkapi formasi peserta upacara di lapangan kantor gubernur.
Sinergitas Polda dan Pemprov dalam Pembinaan Kepemudaan
Kehadiran Irwasda Polda Bengkulu dalam upacara ini menegaskan soliditas antara kepolisian daerah dan pemerintah provinsi. Kedua institusi disebut berkomitmen mendukung pembinaan kepemudaan sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Bengkulu tahun ini menyatukan unsur pemerintah daerah, kepolisian, dan organisasi kepemudaan dalam satu lapangan. Penghargaan bagi pemuda berprestasi menjadi penanda bahwa pembinaan generasi muda tidak berhenti pada seremoni tahunan.