BENGKULU — Aktivitas fotografer jalanan di kawasan Desa Adat Intaran, Sanur, Denpasar, resmi dibatasi setelah manajemen hotel melayangkan protes soal privasi wisatawan asing yang dipotret tanpa izin. Larangan bagi sejumlah fotografer itu berlaku sejak sekitar dua pekan lalu, dipicu keluhan hotel yang mendapati tamunya difoto saat berjemur. Polemik ini memunculkan usulan penataan zona khusus fotografer agar aktivitas mencari nafkah tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan pelancong.
Wakil Ketua DPRD Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra alias Gus Yoga, mengungkapkan persoalan bermula dari laporan pihak hotel mengenai fotografer yang memotret wisatawan asing. Pihak hotel mengeluhkan aktivitas yang dinilai melanggar privasi tamu tersebut. Penertiban akhirnya dilakukan terhadap sejumlah fotografer yang beroperasi di kawasan pantai Sanur.
Larangan itu menyasar fotografer dari Fotoyu, sebutan bagi juru foto jalanan yang biasa menawarkan jasa kepada pelancong di kawasan wisata. Mereka tidak lagi diizinkan mangkal di Desa Adat Intaran. Keputusan tersebut diambil setelah keluhan hotel mencuat.
Kronologi Protes Pihak Hotel
Gus Yoga menyebut pihaknya menelusuri laporan tersebut sebelum penertiban dilakukan. Dari penelusuran itu, ditemukan sejumlah Fotoyu yang memotret wisatawan asing, terutama saat sedang berjemur di area pantai.
"Setelah saya kroscek berdasarkan laporan, itu ada beberapa Fotoyu yang memfoto bule-bule yang sedang jemuran. Nah, itu dari pihak hotel mungkin dapat komplain masalah itu, akhirnya ada beberapa pihak yang menertibkan," kata Gus Yoga saat dihubungi.
Keluhan hotel menyoroti persoalan privasi. Wisatawan asing yang tengah bersantai di pantai menjadi objek foto tanpa persetujuan lebih dulu, sehingga pihak penginapan merasa perlu melapor.
Usulan Zona Khusus dan Tanda Larangan Difoto
Gus Yoga menilai perlu ada jalan tengah agar fotografer tetap bisa bekerja mencari uang tanpa mengganggu kenyamanan wisatawan. Ia mengusulkan penataan zona khusus Fotoyu serta penanda bagi wisatawan yang tidak bersedia difoto.
"Jadi, bisa nggak ini difasilitasi supaya tetap bisa Fotoyu jalan, bule-bule nyaman. Mungkin solusi yang saya berikan pertama adalah ada zona-zona Fotoyu dan juga ada tanda-tanda di mana orang nggak mau difoto," ujar anggota dewan dari Fraksi Gerindra itu.
Selain zona dan penanda, ia mendorong pembentukan komunitas Fotoyu dengan aturan serta etika bersama. Harapannya, aktivitas fotografer jalanan lebih tertata dan tidak menimbulkan gesekan dengan wisatawan maupun pengelola hotel.
"Karena bagaimana pun Fotoyu juga membantu promosi pariwisata," imbuhnya.
Apa Dampaknya bagi Wisatawan di Sanur
Bagi pelancong yang berkunjung ke Sanur, penertiban ini berarti aktivitas fotografi jalanan di kawasan Intaran tidak lagi berjalan bebas seperti sebelumnya. Wisatawan yang tidak ingin difoto bisa menyampaikan penolakan secara langsung kepada juru foto.
Sanur sendiri merupakan kawasan pantai di Denpasar Timur yang ramai dikunjungi wisatawan asing maupun domestik. Pantainya dikenal tenang dengan ombak relatif kecil, cocok untuk berenang pagi dan berjalan kaki di sepanjang jalur tepi pantai.
Informasi terkini soal aturan fotografi di kawasan ini dapat dikonfirmasi ke pengelola desa adat atau dinas pariwisata setempat. Aturan bisa berubah mengikuti kesepakatan antara fotografer, pengelola hotel, dan pemerintah kota.
Pelajaran untuk Perjalanan ke Bali
Insiden ini menjadi pengingat soal etika memotret di kawasan wisata. Sebelum mengabadikan orang asing, terutama yang sedang berjemur atau bersantai, sebaiknya minta izin lebih dulu. Beberapa negara dan kawasan wisata menerapkan aturan serupa demi melindungi privasi pengunjung.
Jika berencana memakai jasa fotografer jalanan di Sanur, tanyakan lebih dulu cakupan layanan dan lokasi pemotretan. Pastikan pula juru foto memahami batas area yang boleh digunakan, mengingat sedang berlangsung penataan zona di kawasan Intaran.
Bagi wisatawan yang ingin berfoto santai tanpa gangguan, memilih waktu pagi sebelum pukul 09.00 atau sore menjelang matahari terbenam bisa jadi pilihan. Pada jam-jam tersebut, suasana pantai umumnya lebih lengang dan aktivitas fotografer belum terlalu ramai.