SELUMA — Proyek rehabilitasi Tugu Pengantin atau Tugu Bujang Gadis di kawasan Simpang Enam Tais mencakup sejumlah pekerjaan, di antaranya pengecatan, pengadaan tong sampah, serta pekerjaan lain di sekitar kawasan tugu. Pengecatan tugu tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Bengkulu.
Nilai anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp 300 juta menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah pekerjaan yang terlihat di lapangan dinilai relatif sederhana jika dibandingkan dengan nilai anggaran tersebut.
Mengapa Pembayaran Kontraktor Belum Selesai?
Sekretaris Daerah Kabupaten Seluma Deddy Ramdhani mengatakan komunikasi dengan Bank Bengkulu masih berlangsung untuk mendapatkan kejelasan terkait pembayaran proyek tersebut.
"Komunikasi kami dengan pihak Bank Bengkulu sampai saat ini masih berlangsung untuk mendapatkan kejelasan pembayaran proyek tersebut," kata Deddy.
Menurut Deddy, Pemkab Seluma hanya memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Jika pembiayaan proyek benar bersumber dari dana CSR Bank Bengkulu, penyelesaian pembayaran kepada kontraktor diharapkan menjadi tanggung jawab pihak bank sesuai aturan dan kesepakatan yang berlaku.
"Harapan kami, jika benar itu menggunakan dana CSR, silakan diselesaikan dari pihak Bank Bengkulu kepada kontraktor sesuai dengan aturan dan kesepakatan," ujarnya.
Rincian Anggaran Rp 300 Juta Belum Terungkap
Hingga kini belum diperoleh penjelasan terperinci mengenai rincian anggaran, komponen pekerjaan, serta mekanisme penggunaan dana CSR dalam proyek tersebut. Masyarakat menunggu kejelasan atas nilai anggaran yang dinilai tidak sebanding dengan pekerjaan yang terlihat di lapangan.
Saat dikonfirmasi mengenai rehabilitasi Tugu Pengantin dan penggunaan dana CSR tersebut, Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi belum memberikan penjelasan substantif. Ia mengarahkan wartawan untuk menghubungi bagian kesekretariatan atau Corporate Secretary (Corsec) Bank Bengkulu.
"Hubungi bagian Corsec ya, dindo," tulis Iswahyudi melalui pesan singkat pada Jumat (18/9/2026). Ia juga memberikan nomor kontak Koordinator Kesekretariatan Bank Bengkulu, Ade Mahfud.
Keterangan Resmi Bank Bengkulu Belum Diperoleh
Wartawan kemudian mencoba meminta penjelasan kepada Ade Mahfud. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi mengenai penggunaan dana CSR untuk rehabilitasi Tugu Pengantin Seluma, termasuk rincian anggaran sekitar Rp 300 juta yang disebut digunakan dalam proyek tersebut.
Pemkab Seluma menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Bank Bengkulu untuk memastikan pembayaran kepada kontraktor pelaksana diselesaikan. Kejelasan status dana CSR tersebut menjadi kunci penyelesaian proyek yang berlokasi di kawasan Simpang Enam Tais.