BENGKULU — Sebanyak 64 orang di Kota Bengkulu terkonfirmasi positif terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang 2026. Temuan itu berasal dari skrining dan pemeriksaan kesehatan yang digelar Dinas Kesehatan Kota Bengkulu bersama mitra terkait secara masif.
Dengan tambahan tersebut, total infeksi HIV di Kota Bengkulu sejak 2001 hingga 2026 mencapai 1.267 kasus. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati menyebut angka itu belum final.
"Angka ini diprediksi masih berpotensi bertambah. Karena masih banyak warga yang belum mengetahui status kesehatannya akibat enggan atau belum pernah melakukan tes mandiri," ujar Nelli.
Stigma Sosial Jadi Penghalang Pemeriksaan
Sebagian warga memilih menghindari pemeriksaan karena khawatir terhadap stigma sosial di tengah masyarakat. Kondisi itu membuat cakupan deteksi dini belum menjangkau seluruh kelompok berisiko.
Dinkes Kota Bengkulu memperluas cakupan deteksi dini lewat skrining berkala. Sasaran utamanya warga yang memiliki kerentanan atau risiko tinggi tertular HIV.
"Meskipun demikian kita terus berupaya menekan laju penyebaran infeksi HIV ini. Diantaranya dengan memperluas cakupan deteksi dini, melalui program skrining secara berkala," kata Nelli.
Skrining Menyasar Kelompok Berisiko Tinggi
Pelayanan tes HIV dapat diakses melalui fasilitas pelayanan kesehatan resmi maupun kegiatan penjangkauan langsung di lapangan. Pola itu dipakai agar warga berisiko tinggi tidak perlu datang sendiri ke fasilitas kesehatan.
"Pelayanan tes ini dapat diakses melalui fasilitas pelayanan kesehatan resmi, maupun lewat kegiatan penjangkauan langsung di lapangan. Makanya skrining ini terus kita gencarkan di tengah-tengah warga," tegas Nelli.
Menurut Nelli, deteksi dini merupakan pilar utama dalam strategi pengendalian HIV. Pemeriksaan sejak awal memutus mata rantai penularan sekaligus memberi peluang medis lebih baik bagi yang terinfeksi.
"Sehingga mereka dapat menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) guna mempertahankan kualitas hidup," tambahnya.
Imbauan: Hindari Seks Bebas dan Jarum Suntik Bergantian
Nelli mengimbau warga menghindari praktik hubungan seksual secara bebas dan berganti pasangan, serta hubungan sejenis. Warga juga diminta tidak menggunakan jarum suntik bersama dan menjaga gaya hidup sehat.
"Hindari penggunaan jarum suntik bersama, serta menjaga gaya hidup sehat," demikian Nelli.
Dinkes Kota Bengkulu melanjutkan skrining berkala di kelompok rentan sebagai upaya menekan laju penularan. Warga yang belum pernah tes didorong memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan resmi terdekat.