BENGKULU — Blitar sering dilewati begitu saja oleh wisatawan yang mengejar destinasi lain di Jawa Timur. Padahal kota ini punya kaitan langsung dengan perjalanan bangsa, mulai dari masa muda Bung Karno sampai pemberontakan tentara PETA. Tiga lokasi berikut lokasinya berdekatan dan bisa dituntaskan dalam sehari.
1. Makam Bung Karno
Kompleks makam ini berada di Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan. Di sini Bung Karno dimakamkan bersama kedua orang tuanya, R. Soekeni Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.
Bangunan utamanya berarsitektur Jawa berbentuk joglo dan dikenal dengan nama Astono Mulyo. Jaraknya sekitar satu kilometer dari Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) serta tiga kilometer dari Stasiun Kota Blitar.
Makam buka setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB. Pengunjung bisa berziarah sekaligus mengenang sosok Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia.
2. Istana Gebang
Istana Gebang atau Ndalem Gebang ada di Jalan Sultan Agung Nomor 59, Kelurahan Sananwetan. Rumah ini dulu ditempati kedua orang tua Bung Karno dan jadi bagian dari kehidupan masa mudanya.
Kondisi bangunan masih dipertahankan sampai sekarang, termasuk interior, furnitur, lukisan, dan foto yang berkaitan dengan sejarah Bung Karno. Kawasannya juga dilengkapi area parkir, gedung kesenian, dan toilet.
Lokasinya sekitar satu kilometer dari PIPP dan dua kilometer dari Stasiun Kota Blitar. Istana Gebang buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 17.00 WIB, jadi wisatawan bisa datang sejak pagi.
3. Monumen PETA
Beda dari dua destinasi sebelumnya, Monumen PETA menyimpan cerita perjuangan tentara Pembela Tanah Air melawan pendudukan Jepang. Lokasinya di Jalan Sudanco Supriadi, Kelurahan Bendogerit, tepat di selatan Makam Pahlawan Kota Blitar.
Monumen ini didirikan untuk menghormati jasa para pejuang PETA yang memberontak terhadap tentara Jepang. Peristiwa pemberontakan PETA Blitar dipimpin Shodanco Soeprijadi dan terjadi pada 14 Februari 1945.
Monumen PETA bisa dikunjungi selama 24 jam. Di sekitarnya ada food truck dan kursi-kursi yang bisa dipakai bersantai menikmati suasana.
Ketiganya menawarkan pengalaman wisata sejarah yang berbeda, dari ziarah, rumah masa kecil, sampai jejak perlawanan. Cukup bermodal satu hari, wisatawan sudah bisa mengenal sisi lain Kota Blitar.