BENGKULU — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu resmi meluncurkan aplikasi traceability yang dirancang untuk mencatat secara transparan seluruh proses produksi kopi daerah. Inisiatif ini diumumkan dalam acara pelepasan ekspor perdana Kopi Bengkulu ke Italia di Kabupaten Kepahiang.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa aplikasi tersebut menjadi jawaban atas tantangan komoditas kopi daerah dalam menembus pasar global. Sistem ini mencatat data petani, lokasi lahan, metode budidaya, proses pascapanen, pengolahan, hingga distribusi akhir.
Menjawab Standar Ketat Regulasi Uni Eropa
Wahyu menilai peluang ekspor kopi ke Italia cukup terbuka. Namun, pelaku usaha daerah harus mampu memenuhi standar ekspor Uni Eropa yang ketat, mulai dari mutu, sertifikasi, traceability, hingga packaging.
"Kita melihat peluang ekspor kopi ke Italia cukup terbuka. Tantangannya adalah bagaimana pelaku usaha kita bisa memenuhi standar ekspor Uni Eropa, mulai dari mutu, sertifikasi, traceability, hingga packaging," kata Wahyu dalam sambutannya, Senin lalu.
Sistem ketertelusuran menjadi syarat mutlak yang dituntut negara tujuan ekspor, terutama kawasan Eropa yang menerapkan regulasi ketat terkait keberlanjutan dan transparansi produk pertanian.
Nilai Tambah bagi Petani di Tingkat Hulu
Keberadaan aplikasi ini tidak hanya bermanfaat bagi pembeli di luar negeri, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi petani di tingkat hulu. Dengan sistem ini, setiap biji kopi yang dihasilkan petani Bengkulu dapat dilacak asal-usulnya secara akurat.
"Dengan sistem ini kita berharap setiap biji kopi yang dihasilkan petani Bengkulu, dapat dilacak asal-usulnya secara akurat. Sehingga memberikan jaminan kualitas dan kepastian hukum bagi pembeli di pasar internasional," jelas Wahyu.
Wahyu menambahkan, petani bisa mendapatkan pengakuan atas kualitas kopi yang mereka hasilkan melalui sistem traceability. Hal ini berdampak pada peningkatan nilai jual dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama dalam rantai produksi kopi daerah.
Harapan Wagub untuk Ekosistem Kopi Bengkulu
Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Ir. H. Mi'an berharap kehadiran aplikasi traceability dapat memperkuat ekosistem kopi Bengkulu secara berkesinambungan dari hulu hingga hilir. Penguatan ekosistem ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi dan daya saing kopi daerah di pasar internasional.