SELUMA — Satpol PP dan Damkar Kabupaten Seluma mengaku kewalahan menghadapi potensi kebakaran di musim kemarau. Dari empat unit mobil pemadam yang dimiliki, hanya tiga yang siap beroperasi; satu unit lainnya terpaksa dikandangkan karena rusak berat.
Keterbatasan ini menjadi ironi di tengah luasnya wilayah Seluma yang mencakup 14 kecamatan. Jika musibah kebakaran terjadi bersamaan di lokasi yang berjauhan, petugas akan kelimpungan melakukan penanganan.
Idealnya Satu Kecamatan Satu Armada
Plt. Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Seluma, P. Sianturi, menyebut jumlah armada yang ada saat ini masih jauh dari kata ideal. Menurutnya, dengan luas wilayah dan jumlah kecamatan yang ada, kabupaten ini membutuhkan minimal 14 unit mobil damkar.
"Melihat luas wilayah dan 14 kecamatan yang ada, idealnya kita memiliki minimal 14 unit mobil Damkar. Dengan begitu, setiap kecamatan punya satu armada untuk penanganan awal (quick response)," ujar Sianturi pada Senin (7/9/2026).
Waktu Tempuh ke Pelosok Jadi Persoalan
Sianturi menjelaskan, keberadaan armada di setiap pos kecamatan sangat krusial untuk memangkas waktu tempuh menuju lokasi kejadian. Hal ini terutama penting bagi kawasan pelosok yang jaraknya jauh dari pusat kota Tais.
Semakin cepat armada tiba di lokasi, semakin besar peluang meminimalkan kerugian materi dan mencegah api merembet ke bangunan lain. Kondisi geografis Seluma yang berbukit dan tersebar membuat mobilitas petugas menjadi tantangan tersendiri.
Penambahan Armada Baru Diusulkan untuk APBD 2027
Guna mengatasi keterbatasan tersebut, pihak Damkar Seluma tengah mengusulkan penambahan armada baru melalui APBD Kabupaten Seluma Tahun Anggaran 2027. Selain mengandalkan anggaran daerah, mereka juga menjajaki peluang mendapatkan hibah kendaraan dari pemerintah pusat.
Upaya ini diharapkan bisa segera direalisasikan mengingat musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan. Ancaman karhutla dan kebakaran pemukiman pun dinilai masih akan membayangi warga Seluma.