Musim kemarau yang melanda Kota Bengkulu memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengirimkan bantuan 5.000 liter air bersih bagi warga di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kamis (25/7). Bantuan ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumber air yang menyusut.
BENGKULU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih menyusul laporan warga yang mulai merasakan dampak kekeringan. Sejumlah perumahan di Kecamatan Muara Bangkahulu menjadi prioritas pertama pendistribusian pada Kamis ini.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Bengkulu, I Made Ardana, menyatakan pihaknya berupaya maksimal agar warga tidak mengalami kesulitan air bersih di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir barat Sumatera itu.
"Kami berusaha semaksimal mungkin agar masyarakat tidak mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau ini," kata I Made Ardana di Bengkulu.
Menyusutnya Sumber Air di Muara Bangkahulu
Penyaluran truk tangki ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang mengeluhkan kekeringan. Debit air di sejumlah sumur dan sumber mata air milik warga mengalami penyusutan signifikan, sehingga tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan domestik sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci.
BPBD Kota Bengkulu menyadari bahwa pendistribusian air bersih bukan hanya solusi jangka pendek. Karena itu, komitmen pemerintah adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama puncak kemarau masih berlangsung.
Ruang Laporan dan Layanan Darurat 112 Dibuka
Warga yang belum terjangkau bantuan dapat segera melapor. BPBD Kota Bengkulu membuka ruang laporan bagi kelurahan lain yang mengalami krisis serupa, baik melalui kanal resmi BPBD maupun layanan kontak darurat Pemkot Bengkulu di nomor 112.
I Made Ardana memastikan pendistribusian air tidak akan berhenti pada hari ini. Penyaluran akan dilakukan secara berkala dan menyasar titik-titik lain yang membutuhkan, terutama kawasan yang bergantung pada pasokan air tanah.
"Penyaluran ini akan kami lakukan secara berkala dan menyasar titik-titik lain yang membutuhkan. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mulai menghemat penggunaan air serta bijak dalam memanfaatkan sumber air yang ada selama musim kemarau berlangsung," terang dia.
Siaga Bencana 24 Jam
Di tengah krisis air, potensi kebakaran lahan dan permukiman juga meningkat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Kota Bengkulu menyiagakan personel tim reaksi cepat (TRC) selama 24 jam penuh untuk merespon setiap laporan darurat dari masyarakat.
Kesiapsiagaan ini menjadikan BPBD Kota Bengkulu sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana hidrometeorologi kering yang dipicu oleh fenomena El Nino dan angin fohn di wilayah Sumatera bagian selatan.