Pencarian

Sampah di Pantai Pondok Besi Bengkulu Keluhkan Pengunjung, Volume Membludak Saat Akhir Pekan dan Libur

Rabu, 02 September 2026 • 12:52:31 WIB
Sampah di Pantai Pondok Besi Bengkulu Keluhkan Pengunjung, Volume Membludak Saat Akhir Pekan dan Libur
Botol plastik, kemasan makanan, dan kantong kresek berserakan di sepanjang garis pantai Pondok Besi, Bengkulu.

BENGKULU — Pemandangan botol plastik, kemasan makanan, dan kantong kresek yang berserakan masih mudah dijumpai di sepanjang garis pantai Pondok Besi. Kawasan yang kerap menjadi tujuan warga untuk bersantai ini dinilai kehilangan estetika akibat perilaku sebagian pengunjung yang belum sadar menjaga kebersihan.

Seorang pengunjung, Eko, mengungkapkan bahwa volume sampah meningkat signifikan bersamaan dengan ramainya aktivitas masyarakat di lokasi. Menurutnya, fasilitas pendukung yang memadai justru menjadi persoalan mendasar.

"Kalau pengunjung ramai, sampah biasanya semakin banyak, sementara tempat sampah juga belum tersedia di kawasan ini," ujar Eko, Selasa (1/9/2026).

Bukan Hanya Ulah Pengunjung, Ombak dan Aliran Air Ikut Andil

Persoalan di Pantai Pondok Besi tidak bisa serta-merta disalahkan kepada para wisatawan. Mawan, warga sekitar, menyebut bahwa sebagian tumpukan sampah justru datang dari kawasan lain dan terbawa arus air hingga ke pesisir.

Kondisi ini menurutnya semakin parah ketika hujan lebat, angin kencang, atau gelombang besar melanda kawasan pesisir Kota Bengkulu.

"Sampah yang terbawa ombak dan aliran air juga sering sampai ke sini, terutama saat hujan lebat, angin kencang, dan gelombang besar," kata Mawan.

Dampak ke Sektor Wisata dan Kenyamanan Publik

Lingkungan pantai yang kotor berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat yang ingin menikmati suasana pesisir. Mawan menilai, keberadaan sampah membuat kawasan tersebut kurang nyaman dan tidak enak dipandang, sehingga berpotensi mengurangi minat kunjungan.

Padahal, pantai ini merupakan salah satu ruang terbuka yang mudah diakses warga Kota Bengkulu untuk melepas penat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar kota. Nilai estetika lingkungan menjadi modal utama daya tarik kawasan tersebut.

Solusi yang Diharapkan Warga

Mawan berharap persoalan ini mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak. Penyediaan tempat sampah yang memadai dan berkelanjutan dinilai sebagai langkah awal yang krusial.

Namun, ia menekankan bahwa infrastruktur saja tidak cukup tanpa dibarengi kesadaran kolektif para pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya. Menjaga kebersihan pantai adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan.

"Penyediaan tempat sampah dan kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan menjadi langkah penting agar kawasan pesisir tetap nyaman dan menarik untuk dikunjungi," tuturnya.

Persoalan sampah pesisir ini merupakan pekerjaan rumah yang masih terus dihadapi Kota Bengkulu, khususnya di kawasan wisata pantai yang menjadi wajah daerah di mata para pendatang. Tanpa penanganan yang konsisten, bukan tidak mungkin keindahan alam yang ada akan semakin tertutup oleh tumpukan limbah.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks