BENGKULU — Pisang segar punya daya tahan terbatas. Ketika akses transportasi laut terganggu, hasil panen yang tidak segera terserap pasar berisiko membusuk dan terbuang. Kondisi itu mendorong Universitas Bengkulu (Unib) turun tangan membantu UMKM Royal Banana Caramel di Pulau Enggano mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah.
Ketua Tim Pengabdian Unib untuk Peningkatan Nilai Ekonomi Produk, Selly Ratna Sari M.Si, menegaskan perhatian tidak hanya diberikan pada produk, tetapi juga pada bagaimana produk tersebut berbicara kepada konsumen.
"Branding dan kemasan menjadi bagian penting karena produk lokal yang memiliki cita rasa baik belum tentu mampu menarik perhatian pasar apabila identitas visual dan penyajiannya belum mendukung," ujar Selly di Bengkulu, Selasa (25/8).
Kemasan Baru untuk Identitas Merek yang Lebih Kuat
Salah satu perubahan paling terlihat adalah transformasi kemasan. Sebelumnya, Royal Banana Caramel menggunakan plastik bening dengan stiker sederhana. Kini, kemasan diarahkan menjadi lebih menarik dan informatif.
Kemasan tidak lagi sekadar pembungkus, melainkan media komunikasi dengan konsumen sekaligus penguat identitas merek. Produk olahan pisang dari Enggano pun punya daya saing lebih baik saat diperkenalkan ke pasar yang lebih luas.
Beragam jenis pisang tumbuh subur di Enggano dan menjadi modal utama. Namun, buah segar belum selalu memberikan nilai ekonomi optimal bagi masyarakat. Program pengabdian ini mengarahkan pisang mentah menjadi produk olahan dengan identitas kuat.
Legalitas dan Keamanan Pangan Jadi Perhatian
Pendampingan tidak berhenti pada persoalan tampilan. Aspek legalitas, keamanan pangan, dan pengawetan juga menjadi fokus pengembangan Royal Banana Caramel. Ketiga aspek ini melengkapi upaya peningkatan kualitas produk secara menyeluruh.
Pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan kemampuan membuat makanan. Pelaku usaha juga perlu memahami pentingnya keamanan produk, legalitas usaha, identitas merek, dan strategi pemasaran agar usahanya berkelanjutan.
Melalui program pengabdian masyarakat ini, Unib berharap produk olahan pisang dari Enggano mampu menembus pasar lebih luas. Nilai ekonomi yang lebih tinggi diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pulau terluar tersebut.