BENGKULU — Setelah berhasil menembus resistance sebelumnya, harga emas dunia kini berada dalam fase konsolidasi yang menjadi pijakan untuk pergerakan berikutnya. Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menjelaskan, selama harga mampu bertahan di atas area yang telah ditembus, peluang untuk menguji level tertinggi baru di kisaran 4.594–4.655 masih terbuka lebar pada perdagangan pekan depan.
Meski momentum penguatan masih terjaga, analis mengingatkan risiko aksi ambil untung yang bisa memicu koreksi ketika harga mendekati zona resistance. Untuk itu, membeli di harga saat ini dianggap kurang optimal.
Koreksi ke 4.417 Jadi Zona Entry Menarik
Alih-alih mengejar harga di dekat resistance, Dupoin Futures menyarankan pelaku pasar menunggu potensi retracement menuju area support di level 4.417. Penurunan sementara tersebut dinilai bukan akhir dari tren naik, melainkan bagian dari proses retest setelah breakout.
"Apabila harga turun ke area tersebut kemudian membentuk sinyal pembalikan, peluang untuk kembali melanjutkan kenaikan akan semakin besar," ujar Geraldo Kofit. Strategi ini dinilai memberikan potensi risiko yang lebih terukur bagi trader.
Pelemahan Dolar AS dan Kekhawatiran Fiskal Jadi Katalis
Dari sisi fundamental, prospek emas masih disokong sejumlah faktor eksternal. Pelemahan dolar AS menjadi katalis utama karena membuat harga logam mulia relatif lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya, sekaligus menjaga aliran dana masuk ke pasar emas.
Selain itu, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat turut meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya risiko ekonomi. Kombinasi kedua faktor ini memberikan fondasi yang cukup bagi tren bullish untuk bertahan.
Kenaikan Harga Minyak Bisa Batasi Ruang Penguatan
Namun, terdapat sejumlah faktor yang dapat membatasi ruang penguatan emas. Kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik berpotensi mendorong tekanan inflasi global. Jika inflasi kembali menjadi perhatian utama, ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga menjadi lebih terbatas.
Kebijakan suku bunga The Fed menjadi penentu penting arah XAUUSD. Pemangkasan suku bunga biasanya memberikan sentimen positif terhadap emas, sementara suku bunga tinggi yang bertahan lama dapat menekan daya tarik logam mulia.
Secara keseluruhan, arus dana menuju emas saat ini masih dinilai cukup kuat. Perkembangan dolar AS, kondisi fiskal Amerika Serikat, harga minyak, serta ekspektasi kebijakan The Fed akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah momentum bullish dapat berlanjut sepanjang pekan depan.