Pencarian

The Last of Us Multiplayer Batal Rilis Usai Habiskan Dana Lebih US$100 Juta

Selasa, 25 Agustus 2026 • 07:06:01 WIB
The Last of Us Multiplayer Batal Rilis Usai Habiskan Dana Lebih US$100 Juta
Naughty Dog mengonfirmasi pembatalan The Last of Us Online setelah menghabiskan dana pengembangan lebih dari US$100 juta.

BENGKULU — Keputusan Naughty Dog membatalkan The Last of Us Online pada 2023 ternyata menyisakan konsekuensi finansial yang sangat besar. Proyek yang awalnya dirancang sebagai mode multiplayer ini telah menyedot biaya pengembangan hingga lebih dari US$100 juta sebelum akhirnya dihentikan, dan kabarnya total kerugian bisa mencapai ratusan juta dolar.

Skala Proyek yang Terus Membengkak

Informasi ini pertama kali diungkap oleh jurnalis Bloomberg, Jason Schreier. Menurut laporannya, biaya produksi yang membengkak terjadi karena skala proyek yang terus berkembang dari sekadar mode multiplayer tambahan menjadi game live-service yang membutuhkan dukungan konten jangka panjang.

Konsekuensinya, sebagian besar staf Naughty Dog selama periode 2020 hingga 2023 justru difokuskan untuk menggarap The Last of Us Online. Alhasil, proyek lain seperti Intergalactic: The Heretic Prophet hanya dikerjakan oleh tim yang jauh lebih kecil.

Alasan Pembatalan dan Dampaknya ke Intergalactic

Naughty Dog memutuskan membatalkan proyek tersebut karena khawatir harus terus mengalokasikan sumber daya besar untuk mendukung game live-service dalam waktu lama. Padahal, model bisnis seperti ini menuntut update konten dan event yang konsisten setiap musimnya.

Setelah pembatalan, sebagian besar pengembang yang tadinya menggarap The Last of Us Online langsung dialihkan ke Intergalactic: The Heretic Prophet. Perpindahan tim ini menjelaskan kenapa Naughty Dog belum merilis satu pun game baru sejak The Last of Us Part II rilis pada 2020.

Kerugian yang Tidak Menghasilkan Game

Meski pembatalan ini menghentikan potensi pengeluaran yang lebih besar di masa depan, keputusan tersebut tetap berarti ratusan juta dolar dan bertahun-tahun kerja keras tidak menghasilkan produk yang bisa dirilis ke publik.

Kini, seluruh perhatian Naughty Dog tertuju pada Intergalactic: The Heretic Prophet yang diharapkan menjadi proyek besar berikutnya. Namun, hilangnya The Last of Us Online tetap menjadi catatan penting bagi industri, terutama soal seberapa besar risiko finansial yang harus ditanggung studio ketika menggarap game live-service.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gamebrott.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks