BENGKULU — Perhelatan akbar perbankan itu resmi dimulai dengan Gala Dinner bertajuk Malam Pesona Bumi Merah Putih di Benteng Marlborough, Kamis malam (20/8/2026). Pemilihan lokasi bersejarah peninggalan Inggris itu bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari strategi promosi untuk memberikan pengalaman berbeda kepada para tamu yang terbiasa dengan kemewahan hotel berbintang.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan, dampak ekonomi dari kegiatan ini langsung terasa di berbagai sektor. Kebutuhan akomodasi, kuliner, transportasi, hingga oleh-oleh selama para delegasi berada di kota tersebut dipastikan memutar uang di masyarakat.
Uang Berputar di Hotel, Restoran, hingga UMKM Lokal
"Banyak sekali yang hadir di Kota Bengkulu. Mereka menginap di hotel, berbelanja dan tentu uang akan berputar di masyarakat," kata Dedy di sela-sela acara.
Menurutnya, manfaat dari agenda berskala nasional ini tidak hanya dinikmati oleh pihak penyelenggara. Para pelaku usaha seperti pengelola hotel, restoran, jasa transportasi, pelaku UMKM, hingga pusat oleh-oleh ikut kebagian berkah dari peningkatan aktivitas transaksi selama acara berlangsung.
Atas dasar itu, Pemkot Bengkulu berkomitmen untuk memperbanyak agenda serupa. Dedy secara tegas menyatakan pihaknya akan gencar mendatangkan event-event berskala nasional ke daerah tersebut.
"Memang kita akan perbanyak event-event nasional di Kota Bengkulu," tegasnya.
Mengapa Memilih Benteng Marlborough sebagai Lokasi Acara?
Strategi promosi yang dilakukan tidak hanya sebatas penyampaian informasi. Para delegasi diajak merasakan langsung atmosfer sejarah yang dimiliki Bengkulu. Pemkot sengaja tidak memilih hotel sebagai lokasi gala dinner karena dinilai kurang memberikan kesan mendalam bagi para tamu penting.
"Kalau di hotel sudah biasa. Para direktur sudah terbiasa dengan hotel bintang lima," ujar Dedy.
Pemilihan Benteng Marlborough diharapkan mampu menunjukkan sisi lain Bengkulu, khususnya kekayaan sejarah yang panjang. Dedy berharap pengalaman menikmati malam di kawasan benteng bersejarah itu menjadi cerita positif yang akan dibawa pulang oleh para delegasi ke daerah masing-masing.
Rebranding Bumi Merah Putih untuk Tarik Wisatawan
Di tengah rangkaian acara, Pemkot Bengkulu juga memperkenalkan identitas pariwisata baru. Jika selama ini daerah tersebut dikenal dengan julukan Bumi Rafflesia, kini pemerintah daerah melakukan rebranding menjadi Bumi Merah Putih.
"Dulu Kota Bengkulu dikenal dengan Bumi Rafflesia, sekarang kami rebranding menjadi Bumi Merah Putih," jelas Dedy.
Konsep ini dikaitkan dengan perjalanan sejarah bangsa, di mana Fatmawati Soekarno, tokoh penjahit Sang Saka Merah Putih, berasal dari Bengkulu. Branding baru ini diharapkan memperkuat daya tarik Bengkulu sebagai destinasi wisata sejarah dan memperkenalkan daerah kepada masyarakat luas.
Bengkulu Siap Jadi Tuan Rumah Event MICE Nasional
Rangkaian kegiatan Asbanda ini menjadi catatan tersendiri karena untuk pertama kalinya Undian Nasional Tabungan Simpeda dilaksanakan di Bengkulu. Keberhasilan penyelenggaraan menjadi bukti bahwa kota ini memiliki ruang dan kapasitas untuk menggelar pertemuan berskala besar.
Pemkot Bengkulu menilai sektor Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Kombinasi potensi wisata, sejarah, budaya, kuliner, dan sektor jasa dinilai mampu mendukung kegiatan nasional lainnya di masa mendatang.
Jika promosi berkelanjutan terus dilakukan, dampaknya tidak akan berhenti saat para peserta meninggalkan Bengkulu. Para delegasi diharapkan menjadi corong promosi dari mulut ke mulut yang membawa nama Bengkulu semakin dikenal di tingkat nasional.