BENGKULU — Fasilitas publik di Taman Tabot, ruang terbuka hijau yang berada tak jauh dari Benteng Marlborough, mendadak gelap gulita pada malam hari. Penyebabnya bukan pemadaman listrik dari PLN, melainkan seluruh kabel bawah tanah yang menyuplai daya ke lampu penerangan taman telah dicuri.
Aksi pencurian ini membuat sejumlah fasilitas penerangan di taman yang selama ini menjadi daya tarik kawasan perkotaan tidak dapat berfungsi. Padahal, taman tersebut kerap dimanfaatkan warga untuk berolahraga dan bersantai pada malam hari.
Pemkot: Taman yang Indah Kini Dirusak Tangan Tak Bertanggung Jawab
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu, Toni Hastri Putra, mengaku kecewa dengan peristiwa ini. Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga mengganggu kenyamanan warga yang bergantung pada penerangan taman untuk beraktivitas selepas magrib.
“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Taman yang tadinya indah, bercahaya, dan nyaman saat malam hari, harus dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” ujar Toni saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).
Mengapa Kabel Bawah Tanah Menjadi Sasaran?
Kabel yang ditanam di bawah permukaan tanah ini sebelumnya dipasang untuk menjaga estetika taman agar tidak terlihat kabel yang menjuntai. Namun, material kabel yang mengandung tembaga kerap menjadi incaran pencuri karena memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Meski demikian, pihak Pemkot belum bisa memastikan total kerugian material dari pencurian ini. Langkah yang lebih mendesak saat ini adalah memastikan keamanan aset publik lain yang tersebar di titik-titik strategis kota.
Seruan Pengawasan Warga Sekitar Taman
Menanggapi kejadian ini, Toni meminta peran aktif masyarakat sekitar untuk turut menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah. Ia menegaskan bahwa pengawasan bersama menjadi kunci agar tidak ada lagi celah bagi oknum untuk merusak aset publik.
“Saya mengajak seluruh masyarakat di sekitar kawasan taman untuk bersama-sama menjaga aset yang telah dibangun oleh pemerintah ini. Mari kita awasi bersama, sehingga tidak ada lagi celah bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk merusaknya,” tegasnya.
Langkah Hukum dan Tindak Lanjut Pemkot Bengkulu
Pemerintah Kota Bengkulu tidak tinggal diam atas peristiwa ini. Toni menyebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menelusuri jejak pelaku dan memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi pengguna fasilitas umum, tetapi juga ikut berperan sebagai pengawas di lingkungan masing-masing. Hal ini dinilai penting untuk mencegah terulangnya aksi pencurian dan perusakan aset publik di Kota Bengkulu.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa fasilitas umum yang dibangun dengan anggaran daerah membutuhkan perawatan dan penjagaan kolektif. Tanpa keterlibatan warga, potensi kerusakan serupa di lokasi lain tetap terbuka lebar.