BENGKULU — Malam puncak Undian Nasional Tabungan Simpeda 2026 berlangsung spektakuler dan mencatatkan rekor baru. Sekitar 30 ribu orang tumpah ruah memadati halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (21/8/2026) malam, menjadikannya salah satu perhelatan terbesar BPD se-Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Kerumunan massa yang membludak sejak sore hari itu tak hanya datang dari Kota Bengkulu, tetapi juga dari kabupaten penyangga seperti Bengkulu Utara, Seluma, dan Mukomuko. Mereka rela menempuh perjalanan demi menyaksikan pengundian hadiah utama sekaligus hiburan musik yang telah dinanti.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pengundian. Rangkaian acara dirancang sebagai ruang hiburan publik sekaligus ajang memperkuat sinergi antar-BPD di seluruh Indonesia.
Dari Tari Dol hingga Aksi Band Disabilitas
Kemeriahan dimulai sejak awal acara dengan penampilan seni tari tradisional dan atraksi musik dol khas Bengkulu. Dua penampil lokal, Bakardi Band dan Aquamarine, sukses memanaskan suasana sebelum panggung utama diisi oleh Band Disabilitas Bengkulu yang mendapat sambutan meriah dari penonton.
Puncak kegembiraan terjadi saat grup musik Ungu naik panggung sebagai bintang tamu utama. Ribuan penonton kompak bernyanyi bersama sepanjang penampilan vokalis Pasha dan kawan-kawan, mengubah halaman kantor gubernur menjadi lautan manusia yang bergoyang.
Lebih dari Sekadar Undian Berhadiah
Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA), Agus H. Widodo, menilai gelaran ini memiliki dampak yang jauh lebih luas dari sekadar pembagian hadiah. Kehadiran puluhan ribu orang dalam satu titik menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat terhadap produk tabungan milik pemerintah daerah.
Simpeda sendiri merupakan produk tabungan yang dikelola bersama oleh seluruh BPD di Indonesia. Undian nasional tahunan ini menjadi momentum untuk mendekatkan layanan perbankan daerah kepada masyarakat sekaligus mendorong peningkatan inklusi keuangan di tingkat provinsi.
Bagi Bengkulu, suksesnya penyelenggaraan acara ini juga menjadi cermin kesiapan daerah dalam mengelola event berskala nasional. Panitia dan aparat keamanan disebut berhasil mengendalikan arus massa yang mencapai puluhan ribu orang tanpa insiden berarti.