Pencarian

BI Bengkulu Minta Konsumen Cek Nama Merchant Sebelum Bayar QRIS, Ini Modus yang Perlu Diwaspadai

Selasa, 18 Agustus 2026 • 10:43:01 WIB
BI Bengkulu Minta Konsumen Cek Nama Merchant Sebelum Bayar QRIS, Ini Modus yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung memindai kode QRIS pada stan Pekan QRIS Nasional 2026 di Bencoolen Mall, Bengkulu, Kamis (13/8/2026).

BENGKULU — Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 yang digelar di Bencoolen Mall (BIM), Bengkulu, Kamis (13/8/2026), menjadi momentum bagi BI untuk menyoroti risiko keamanan transaksi digital. Deputi Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, menyebut QRIS telah mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia dalam tujuh tahun terakhir, dari transaksi tunai beralih ke pembayaran non-tunai.

"QRIS saat ini sudah mengakar, jadi mengubah kultur dan lifestyle masyarakat di Indonesia. Orang sudah jarang mungkin memegang uang cash, jadi ini lebih mudah," kata Irfan di sela acara tersebut.

Modus Tempel QRIS dan Cara Menghindarinya

Irfan menjelaskan, modus penipuan yang kerap terjadi adalah penempelan kode QRIS palsu di atas kode asli milik merchant. Pelaku mengganti kode tersebut dengan QRIS miliknya sendiri, sehingga dana pembayaran konsumen masuk ke rekening penipu.

Untuk menghindari hal ini, konsumen diminta tidak terburu-buru saat membayar. Langkah paling sederhana adalah memeriksa nama merchant yang muncul di aplikasi pembayaran. Pastikan nama tersebut sesuai dengan nama toko atau usaha yang dikunjungi.

"Ketika melakukan pembayaran, tolong dicek dulu. Konfirmasi kepada penjualnya apakah benar nama penjualnya ini," ujarnya.

Merchant Juga Punya Risiko: Waspada Screenshot Palsu

Kewaspadaan tidak hanya diperlukan dari sisi konsumen. Pelaku usaha juga diminta memastikan dana benar-benar masuk ke rekening mereka sebelum menyerahkan barang atau jasa. Irfan menyebut, tidak sedikit pedagang yang menjadi korban penipuan melalui bukti pembayaran berupa tangkapan layar atau screenshot palsu.

"Dari sisi penjual juga perlu mengonfirmasi apakah angka atau uangnya sudah benar-benar masuk. Kadang mereka juga ada yang tertipu pakai screenshot palsu dan lain sebagainya," tutur Irfan.

BI mendorong perbankan dan penyedia jasa pembayaran untuk menghadirkan fitur notifikasi transaksi yang lebih baik. Fitur ini dinilai mampu membantu merchant memverifikasi pembayaran secara real-time tanpa harus bergantung pada bukti screenshot dari pembeli.

Perlindungan Konsumen Jadi Prioritas

Irfan menegaskan, perlindungan konsumen menjadi prioritas seiring pesatnya pertumbuhan transaksi digital di Indonesia. BI tidak hanya fokus memperluas adopsi QRIS, tetapi juga meningkatkan literasi masyarakat tentang keamanan bertransaksi.

"Kita perlu mendorong perlindungan konsumen agar masyarakat lebih aware. Lebih sadar dan tidak merugikan bagi masyarakat," katanya.

BI Bengkulu mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan tiga hal sebelum meninggalkan lokasi transaksi: nama merchant yang sesuai, nominal pembayaran yang benar, dan status pembayaran yang telah terkonfirmasi. Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk menekan risiko kerugian akibat modus penipuan yang semakin bervariasi.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ewarta.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks