KOTA BENGKULU — Peristiwa kebakaran melanda permukiman padat di Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, Rabu (18/12). Sedikitnya 21 unit rumah dilaporkan hangus terbakar setelah api muncul dan dengan cepat membesar, merembet ke bangunan-bangunan di sekitarnya.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bengkulu menerima laporan pertama melalui call center 112. Petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan, namun kondisi medan yang sulit menjadi tantangan besar di lapangan.
Akses Sempit dan Warga Berdesakan Jadi Kendala Pemadaman
Yuliansyah menjelaskan bahwa kepadatan bangunan di lokasi kejadian membuat unit pemadam kebakaran kesulitan bergerak. Akses menuju titik api sempit dan tidak memungkinkan kendaraan pemadam masuk lebih dalam.
"Kondisi di sini sangat padat. Unit kami cukup sulit masuk ke lokasi, ditambah masyarakat juga ramai berusaha menyelamatkan barang-barang," ujar Yuliansyah di Bengkulu, Rabu.
Kerumunan warga yang berusaha menyelamatkan harta benda justru menambah hambatan bagi petugas. Imbauan pun disampaikan agar masyarakat tidak berkerumun di sekitar lokasi selama proses pemadaman berlangsung karena dapat menghambat laju petugas.
Data Korban dan Kerugian Masih Didata Petugas
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa. Dinas Damkarmat Kota Bengkulu masih melakukan pendataan menyeluruh terkait kerugian material yang dialami warga terdampak.
Proses pendinginan dan penyisiran lokasi terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Petugas juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan investigasi penyebab awal kebakaran.
Wali Kota Ingatkan Bahaya Instalasi Listrik di Rumah
Menanggapi insiden ini, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengingatkan seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing. Perhatian khusus perlu diberikan pada kondisi instalasi listrik rumah.
"Yang paling penting masyarakat harus waspada, instalasi listrik harus diperhatikan, begitu juga dengan peralatan rumah tangga yang bisa menjadi sumber kebakaran," sebut Dedy.
Warga diminta secara rutin memeriksa kondisi kabel, stop kontak, dan sambungan listrik yang digunakan sehari-hari. Penggunaan peralatan elektronik serta perangkat yang menghasilkan panas juga harus diawasi dan tidak dibiarkan menyala tanpa pengawasan.