BENGKULU — Imbauan tersebut disampaikan Herwan di Bengkulu, Selasa, menyusul kekhawatirannya terhadap persepsi publik yang bisa muncul dari video kegiatan aparatur sipil negara (ASN) yang beredar di media sosial. Menurut dia, masyarakat kini cenderung menilai suatu kegiatan tanpa melihat konteks utuh, sehingga panitia harus berhati-hati dalam merancang acara.
"Kalau lomba yang baik-baik saja, misalnya lomba olahraga, kemudian lomba permainan-permainan, makan kerupuk, dan selain yang lain-lain itu bisa dilaksanakan," kata Herwan.
Lomba Kartu Remi Dikhawatirkan Disalahartikan Publik
Herwan secara spesifik menyoroti jenis perlombaan yang berpotensi menimbulkan asosiasi negatif. Ia mencontohkan permainan kartu remi atau yang kerap disebut lomba song sebagai aktivitas yang sebaiknya tidak diadakan di lingkungan pemerintahan.
"Kebanyakan saya sudah sampaikan, yang tidak baik itu jangan dilombakan. Kalau seperti lomba song saya rasa tidak usah," ujarnya.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Herwan menilai stigma perjudian yang melekat pada permainan kartu dapat memicu kesalahpahaman di kalangan warganet. Potongan video singkat yang diunggah ke platform digital berisiko dipersepsikan sebagai aktivitas sehari-hari pegawai di kantor, bukan sekadar hiburan dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan.
Kegiatan Positif Jadi Prioritas untuk Bangun Kebersamaan
Alih-alih berfokus pada larangan, Sekda meminta panitia lebih kreatif menyiapkan lomba yang sehat dan produktif. Ia menekankan bahwa momen 17 Agustus seharusnya menjadi sarana mempererat solidaritas antarjajaran, bukan justru memunculkan polemik di ruang publik.
"Oleh karena itu pada momen peringatan HUT RI ke-81 mari kita laksanakan, kita rayakan, kita laksanakan berbagai aktivitas, kegiatan yang semuanya tiada lain untuk memeriahkan," kata Herwan.
Ia menambahkan, perayaan tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai hiburan semata. Peringatan HUT ke-81 juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat pengabdian dan kebersamaan sebagai generasi penerus bangsa.
Antisipasi Dampak Viral di Media Sosial
Imbauan ini menjadi pengingat bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar setiap rangkaian acara dirancang dengan mempertimbangkan dampak jangka panjangnya terhadap institusi. Herwan memastikan bahwa seluruh panitia wajib menjamin kegiatan yang digelar memberikan semangat kemerdekaan tanpa mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
"Kalau nanti ada ternyata kegiatan yang citranya negatif, itu biasanya dianggap masyarakat sebagai aktivitas kegiatan sehari-hari jajaran pemerintahan di kantor," pungkasnya.