BENGKULU — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bengkulu Tengah, Erriyanto, mengungkapkan program revitalisasi ini tetap berjalan meski pemerintah tengah melakukan penghematan anggaran. Ia menyebut bantuan tersebut digunakan untuk memperbaiki bangunan sekolah maupun melengkapi sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
"Meski di tengah efisiensi anggaran saat ini, kita masih bisa melakukan perbaikan sekolah atau melengkapi sarana prasarana sekolah melalui anggaran APBN, yaitu program revitalisasi," kata Erriyanto di Bengkulu, Kamis.
Lima Sekolah yang Sudah Masuk Tahap Pelaksanaan
Berdasarkan data yang dihimpun, kelima sekolah yang mulai dikerjakan revitalisasinya adalah SMP Negeri 17 Bengkulu Tengah, SMP Negeri 22 Bengkulu Tengah, SD Negeri 59 Bengkulu Tengah, SD Negeri 80 Bengkulu Tengah, dan SD Negeri 81 Bengkulu Tengah.
Erriyanto menjelaskan, pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap. Hal ini menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dari pemerintah pusat.
"Ada yang sudah berjalan lima sekolah, tetapi ini bertahap karena anggaran pemerintah juga terbatas. Mungkin ketika anggaran APBN tersedia, pembangunan akan langsung dikucurkan untuk sekolah lainnya," ujarnya.
Penetapan Sekolah Penerima Berbasis Data Dapodik
Menariknya, proses penetapan sekolah penerima bantuan ini tidak lagi diusulkan secara manual oleh pemerintah daerah. Pemkab Bengkulu Tengah tidak mengajukan nama-nama sekolah secara langsung, melainkan mengandalkan data yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Melalui sistem tersebut, pemerintah pusat melakukan verifikasi terhadap kondisi fisik bangunan dan kelengkapan sarana prasarana setiap sekolah. Penilaian inilah yang menentukan kelayakan sebuah sekolah untuk mendapatkan program revitalisasi.
"Yang mendapatkan program revitalisasi diambil dari data Dapodik. Sarana dan prasarana sekolah langsung terkonektivitas dengan pemerintah pusat. Pusat melihat apakah sekolah tersebut layak mendapatkan program revitalisasi atau belum," sebut dia.
Kepala Sekolah Diminta Perbarui Data Sarana Prasarana
Menyikapi mekanisme tersebut, Erriyanto menginstruksikan seluruh kepala sekolah di Kabupaten Bengkulu Tengah untuk aktif memperbarui data Dapodik. Ia menekankan pentingnya akurasi data sesuai dengan kondisi riil di lapangan agar sekolah yang membutuhkan tidak terlewat dari penerima bantuan.
Instruksi ini menjadi krusial karena data yang tidak diperbarui bisa berakibat pada tidak masuknya sekolah dalam daftar prioritas pemerintah pusat saat verifikasi dilakukan.
Dengan adanya alokasi 30 sekolah ini, Pemkab Bengkulu Tengah berharap kualitas infrastruktur pendidikan di daerahnya terus meningkat, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih nyaman dan aman bagi para pelajar.