Pencarian

Rupiah Tembus Rp17.974 per Dolar AS, Penguatan Tertahan Menanti Data PDB Kuartal II

Rabu, 05 Agustus 2026 • 10:47:01 WIB
Rupiah Tembus Rp17.974 per Dolar AS, Penguatan Tertahan Menanti Data PDB Kuartal II
Rupiah dibuka menguat di level Rp17.972 per dolar AS pada awal sesi perdagangan hari ini.

BENGKULU — Jakarta — Rupiah berhasil membalikkan arah pelemahan pada awal sesi perdagangan hari ini. Berdasarkan data pasar, mata uang Garuda dibuka di level Rp17.972 per dolar AS dan sempat menyentuh posisi Rp17.974, menandakan adanya tekanan jual terhadap dolar di pasar spot.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah hari ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal. Indeks dolar tertekan setelah rilis data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pelaku pasar. Data yang lemah tersebut meredupkan prospek kebijakan moneter ketat The Fed dalam jangka pendek.

Sentimen Geopolitik Turut Menopang, tetapi Momentum Terbatas

Selain faktor data ekonomi AS, sentimen risiko global ikut membaik. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai kesepakatan terkait program nuklir, yang memicu optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz. Kabar ini mendorong pelaku pasar untuk kembali masuk ke aset berisiko, termasuk pasar keuangan Indonesia.

Meski demikian, Lukman mengingatkan bahwa ruang penguatan rupiah pada hari ini cukup terbatas. Pelaku pasar cenderung wait and see menjelang rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026 yang dijadwalkan keluar siang ini.

“Penguatan diperkirakan terbatas menjelang rilis data PDB Indonesia kuartal II siang ini,” ujar Lukman dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Proyeksi Pergerakan dan Level Kunci Hari Ini

Dengan sentimen yang bercampur antara dorongan eksternal dan kehati-hatian domestik, pergerakan rupiah hari ini diprediksi berada dalam rentang yang cukup lebar. Doo Financial Futures memperkirakan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

“Rupiah akan berada di range Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman.

Level Rp17.900 akan menjadi support terdekat apabila data pertumbuhan ekonomi Indonesia mengejutkan pasar ke arah positif. Sebaliknya, jika data PDB meleset dari konsensus, tekanan jual dapat kembali mendorong rupiah melemah menuju level psikologis Rp18.000.

Investor dan pelaku pasar disarankan mencermati angka pertumbuhan ekonomi yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada siang hari ini sebagai penentu arah pergerakan rupiah selanjutnya. Investasi mengandung risiko.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infobanknews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks