Pencarian

Strategi Margem Tinggi Lamborghini: Penjualan Turun 4,6 Persen tapi Pendapatan Naik ke Rp 28 Triliun

Rabu, 05 Agustus 2026 • 09:47:31 WIB
Strategi Margem Tinggi Lamborghini: Penjualan Turun 4,6 Persen tapi Pendapatan Naik ke Rp 28 Triliun
Lamborghini mencatat pendapatan €1,74 miliar atau sekitar Rp 28 triliun pada semester pertama 2026, naik 7,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

BENGKULU — Angka pengiriman yang lebih sedikit tidak otomatis berarti pundi-pundi pendapatan menyusut. Lamborghini membuktikan hal itu lewat laporan keuangan enam bulan pertama tahun 2026. Alih-alih tertekan, pabrikan supercar asal Sant'Agata Bolognese ini justru mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit jika dikonversi ke kurs rupiah saat ini.

Berdasarkan laporan yang dirilis perusahaan dan dikutip Carscoops, pendapatan mencapai €1,74 miliar atau setara sekitar Rp 28 triliun. Angka ini naik 7,4 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Laba operasional pun ikut solid di angka €395 juta.

Penjualan Turun di AS, China, dan Eropa

Lamborghini menyebutkan beberapa faktor eksternal yang menahan laju pengiriman. Kebijakan tarif impor tinggi untuk mobil yang dipertahankan AS sejak 2025 menjadi penghambat utama, ditambah fluktuasi nilai tukar. Pasar China yang tumbuh lambat dan konflik berkepanjangan di Timur Tengah ikut mempengaruhi permintaan.

Kondisi ekonomi Eropa yang tidak stabil juga disebut sebagai pemicu. Meski begitu, permintaan terhadap model-model Lamborghini disebut tetap tinggi, terutama untuk produk anyar mereka.

Temerario Mulai Dikirim, Urus SE Performante Jadi Andalan Baru

Lamborghini telah memulai pengiriman Temerario, penerus Huracán, sejak kuartal pertama 2026. Jumlah unit yang dikirim belum diumumkan resmi, namun pabrikan menaruh harapan besar model ini melanjutkan sukses Gallardo dan Huracán yang identik dengan mesin V10.

Memasuki paruh kedua tahun ini, Lamborghini mengandalkan Urus SE Performante sebagai mesin pertumbuhan. Versi performa tertinggi dari SUV Urus ini mengusung sistem hybrid plug-in dengan kombinasi mesin V8 twin-turbo 4.0 liter dan motor listrik. Total tenaga yang dihasilkan mencapai 801 dk dengan torsi puncak 1.000 Nm.

Dengan racikan tersebut, Urus SE Performante mampu melesat dari 0-100 km/jam hanya dalam 3,3 detik dan menembus kecepatan tertinggi 312 km/jam. Ini menjadikannya salah satu SUV produksi massal tercepat di dunia saat ini.

Model Bernilai Tinggi Jadi Penyelamat Margin

Paolo Poma, CEO dan CFO Lamborghini, mengatakan hasil semester pertama ini mencerminkan ketahanan merek di tengah gejolak ekonomi global. Kebijakan tarif AS dan pergerakan kurs memang memengaruhi kinerja, tetapi tidak mengurangi posisi Lamborghini di segmen ultra-mewah.

Fakta bahwa pendapatan tumbuh di saat volume menurun menunjukkan strategi perusahaan yang fokus pada model bernilai tinggi dan bermargin tebal. Dengan kata lain, Lamborghini sengaja tidak mengejar kuantitas, melainkan memilih komposisi produk yang paling menguntungkan. Strategi ini membuat kesehatan finansial tetap terjaga meski pasar mobil mewah global sedang tidak ramah.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: vietnam.vn

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks