Pencarian

Konsorsium 11 Perguruan Tinggi Bengkulu Siapkan 11 Rancangan Pembangunan untuk Pulau Enggano dan Daerah 3T

Kamis, 23 Juli 2026 • 16:53:01 WIB
Konsorsium 11 Perguruan Tinggi Bengkulu Siapkan 11 Rancangan Pembangunan untuk Pulau Enggano dan Daerah 3T
Konsorsium 11 perguruan tinggi di Bengkulu menyiapkan 11 rancangan pembangunan untuk Pulau Enggano dan daerah 3T.

BENGKULU — Sebanyak 11 proposal pembangunan untuk wilayah 3T disiapkan oleh konsorsium perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu. Rancangan tersebut difokuskan pada pengembangan potensi ekonomi masyarakat di Pulau Enggano, salah satu daerah terluar yang selama ini menghadapi kendala akses dan pengolahan hasil alam.

Melinjo, Pisang, dan Ikan yang Tak Punya Nilai Saat Cuaca Buruk

"Yang kami targetkan sebagian besar memang di daerah 3T, terutama di Enggano. Kami ingin menyelesaikan beberapa macam persoalan. Enggano, misalnya, punya melinjo, punya pisang, punya ikan. Tetapi ketika cuaca tidak baik, itu tidak bermanfaat dan tidak memiliki nilai ekonomi. Itu yang kami coba upayakan sehingga ada pengolahan," kata Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata di Bengkulu, Kamis.

Menurutnya, hasil alam melimpah di Enggano kerap terbuang sia-sia saat gelombang tinggi atau hujan deras menghambat distribusi. Tanpa teknologi pengolahan, komoditas tersebut hanya menjadi limbah.

Bukan Hanya Unib: Kolaborasi Semua Kampus di Bengkulu

Prof. Indra menegaskan bahwa 11 proposal tersebut bukan berasal dari Unib semata, melainkan hasil kerja bersama seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta di Bengkulu yang tergabung dalam konsorsium. Unib sendiri berperan sebagai perguruan tinggi pembina dalam penyusunan rancangan yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

"Semua perguruan tinggi. Kami kumpulkan semua perguruan tinggi yang ada di provinsi untuk membuat proposal," ujarnya.

Dukungan Keilmuan untuk Kebijakan Pemda

Setiap proposal dirancang untuk menjawab persoalan pembangunan di wilayah terpencil melalui pendekatan akademik. Dukungan yang disiapkan meliputi penyediaan data dan kajian ilmiah, penerapan teknologi tepat guna, serta hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Artinya, kami memberikan dukungan dari sisi keilmuan, misalnya menciptakan nilai tambah dari produk-produk yang ada," kata Prof. Indra.

Hasil kajian ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendorong pengembangan potensi lokal dan meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat.

Target: Manfaat Langsung bagi Warga 3T

Prof. Indra berharap program pengabdian melalui 11 proposal tersebut dapat menghasilkan kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah sasaran, khususnya daerah 3T. Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini menjadi bentuk kontribusi dunia akademik dalam membantu mengembangkan potensi lokal sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan yang dihadapi masyarakat di wilayah terpencil.

Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks