KEPAHIANG — Angka prevalensi kekurangan konsumsi pangan (PoU) di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, tercatat turun 4,17 poin persentase dalam setahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan PoU Kepahiang kini berada di 9,53 persen, menurun drastis dari 13,7 persen pada 2024.
Kendati demikian, capaian itu masih berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 7,89 persen. Dalam lima tahun terakhir, PoU Kepahiang turun 1,46 poin persentase.
Apa Itu PoU dan Mengapa Penting?
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU sebagai kondisi di mana seseorang secara rutin mengonsumsi pangan dalam jumlah yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan energi bagi kehidupan yang normal, aktif, dan sehat. Indikator ini menjadi alat ukur utama untuk menilai kerawanan pangan dan gizi di suatu wilayah.
Artinya, kurang dari 9,53 persen dari total penduduk Kepahiang masih mengonsumsi pangan dengan asupan energi yang tidak memadai.
Peringkat PoU di Bengkulu: Kepahiang di Posisi Kelima
Dari sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, Kepahiang menempati urutan kelima dengan PoU tertinggi. Rejang Lebong menjadi daerah dengan angka tertinggi, yaitu 11,61 persen, sementara Kota Bengkulu mencatatkan yang terendah dengan 6,06 persen.
Berikut peringkat PoU Bengkulu 2025 dari yang terendah hingga tertinggi:
- Kota Bengkulu: 6,06%
- Kabupaten Mukomuko: 6,75%
- Kabupaten Bengkulu Selatan: 8,33%
- Kabupaten Bengkulu Tengah: 9,17%
- Kabupaten Kepahiang: 9,53%
- Kabupaten Kaur: 9,62%
- Kabupaten Seluma: 10,37%
- Kabupaten Bengkulu Utara: 10,39%
- Kabupaten Lebong: 10,79%
- Kabupaten Rejang Lebong: 11,61%
Penurunan Cepat, Tapi Masih Butuh Intervensi
Penurunan 4,17 poin persentase dalam setahun merupakan lonjakan perbaikan yang cukup cepat. Namun, angka Kepahiang yang masih di atas rerata nasional menandakan perlunya penguatan akses pangan dan program gizi di tingkat desa.
Pemerintah daerah dapat menjadikan data ini sebagai dasar untuk memetakan wilayah dengan kerentanan pangan tertinggi, sekaligus mengevaluasi efektivitas program bantuan pangan dan ketahanan pangan lokal yang telah berjalan.