BENGKULU — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, baru mencapai Rp 13,65 miliar hingga Juli 2026. Angka tersebut setara dengan 29,94 persen dari target PAD yang dipasang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini.
Berdasarkan data APBD 2026, total pagu PAD Kabupaten Kaur tahun ini sebesar Rp 45,59 miliar. Dibandingkan dengan anggaran tahun sebelumnya, angka ini menyusut hingga 22,74 persen.
Pajak Daerah Jadi Sumber Terbesar, Retribusi Paling Minim
Dari total realisasi Rp 13,65 miliar, komponen Pajak Daerah menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 9,43 miliar. Sementara itu, Pendapatan Lain-Lain yang Sah menyumbang Rp 2,10 miliar, disusul Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar Rp 1,87 miliar.
Porsi paling kecil berasal dari Retribusi Daerah yang baru terealisasi Rp 0,25 miliar. Capaian ini menggambarkan masih rendahnya kontribusi sektor retribusi terhadap kas daerah.
Mengapa Realisasi PAD Masih Rendah di Pertengahan Tahun?
Capaian di bawah 30 persen pada pertengahan tahun menjadi sinyal yang perlu diwaspadai oleh Pemerintah Kabupaten Kaur. Idealnya, pada akhir semester pertama, realisasi PAD sudah mendekati 50 persen dari target tahunan.
Belum disebutkan secara rinci faktor-faktor yang menyebabkan serapan PAD masih rendah. Namun, penurunan pagu PAD tahun ini sebesar 22,74 persen dibanding tahun sebelumnya juga mengindikasikan adanya penyesuaian proyeksi pendapatan daerah.
Pemerintah daerah biasanya mengandalkan optimalisasi pajak dan retribusi pada semester kedua untuk mengejar target. Pertumbuhan ekonomi lokal serta efektivitas penagihan menjadi faktor kunci yang akan menentukan apakah target Rp 45,59 miliar dapat tercapai hingga akhir Desember 2026.