MANNA — Kebakaran yang melanda permukiman padat di Desa Dusun Tengah, Kecamatan Seginim, membuat empat keluarga kehilangan tempat tinggal dalam sekejap. Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.15 WIB dan baru berhasil dipadamkan total dua jam kemudian, pada pukul 16.00 WIB. Petugas Damkar bersama warga setempat bahu-membahu menjinakkan si jago merah yang cepat merambat karena material bangunan yang mudah terbakar.
Api Pertama Muncul dari Dapur Rumah Nurbaiti
Menurut keterangan saksi di lapangan, kobaran api pertama kali terlihat dari bagian dapur rumah milik Nurbaiti (67). Warga yang melihat kepulan asap sempat berupaya memadamkan dengan peralatan seadanya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran. Namun, api dengan cepat membesar dan merambat ke tiga bangunan rumah di sekitarnya.
Rumah milik Nurbaiti, Iwan (50), Mikar (60), dan Elpian (50) beserta sebuah bangunan warung ikut terbakar. Beruntung, seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri saat api mulai menjalar sehingga tidak ada korban luka maupun jiwa dalam musibah ini.
Kerugian Rp600 Juta, Penyebab Masih Diselidiki
Kepala Satpol PP dan Damkar Bengkulu Selatan Efredy Gunawan menyebutkan, berdasarkan pendataan awal, kerugian materiil total para korban diperkirakan mencapai Rp600 juta. Angka tersebut mencakup bangunan rumah, warung, serta seluruh isi di dalamnya yang hangus terbakar.
"Korban jiwa nihil. Saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian," kata Efredy di Manna, Selasa.
Imbauan Damkar: Periksa Dapur dan Instalasi Listrik
Usai pemadaman, petugas Damkar Bengkulu Selatan tetap menyisir lokasi untuk melakukan proses pendinginan. Langkah ini guna memastikan seluruh titik api telah benar-benar padam sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara.
Efredy mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi dapur serta instalasi listrik di rumah masing-masing. "Kami kembali mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi dapur serta instalasi listrik di rumah masing-masing guna mengantisipasi bahaya kebakaran," ujarnya.