BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu tengah merancang agenda nonton bareng (nobar) pertandingan final Piala Dunia 2026 yang rencananya dipusatkan di kawasan ikon kota, Simpang Lima Ratu Samban. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengungkapkan bahwa persiapan masih dalam tahap konsolidasi internal untuk memastikan segala kebutuhan teknis dan simulasi di lapangan dapat terpenuhi.
Mengapa Simpang Lima Dipilih Sebagai Lokasi Nobar?
Wali Kota Dedy Wahyudi menyebut kawasan Simpang Lima menjadi lokasi impian untuk menggelar acara nobar skala besar. Menurutnya, lokasi ini dinilai strategis dan mampu menampung antusiasme warga yang diperkirakan akan membludak saat pertandingan puncak Piala Dunia berlangsung.
"Saya sih impiannya nanti kita nobar di Simpang Lima. Tapi saya melihat dulu, mendukung tidak sistem di TV itu untuk kita nobar bersama. Kalau mendukung nanti, insyaallah saya akan konsolidasi internal apa yang dibutuhkan, kita simulasikan," ujar Dedy Wahyudi.
Argentina Jadi Tim Favorit, Doa Warga Diharapkan
Dalam pernyataannya, Wali Kota secara pribadi menyatakan dukungannya terhadap timnas Argentina. Ia berharap Lionel Messi dan kawan-kawan bisa menembus babak final dan menyajikan laga puncak yang layak ditonton bersama oleh seluruh pencinta sepak bola di Kota Bengkulu.
"Mohon doanya, kita ada rencana, ini masih menyesuaikan. Nanti kita nobar mengundang masyarakat," tambah Dedy.
Persiapan Teknis Penyiaran Jadi Prioritas
Pemkot Bengkulu saat ini masih harus memastikan kelayakan sistem teknis penyiaran di lokasi. Pengecekan dilakukan agar kualitas siaran dapat mendukung acara nobar yang akan dihadiri ribuan warga. Jika sistem dinyatakan mendukung, konsolidasi internal akan segera dilakukan untuk mensimulasikan seluruh kebutuhan acara.
Menurut Wali Kota, perhelatan Piala Dunia selalu menjadi magnet hiburan yang luar biasa, tidak hanya bagi kaum pria tetapi juga wanita di Kota Bengkulu. Momentum ini dinilai tepat untuk mempererat kebersamaan antarwarga.