Pencarian

OpenAI Tutup Browser Atlas, Pindahkan Fiturnya ke Aplikasi ChatGPT dan Ekstensi Chrome

Sabtu, 11 Juli 2026 • 18:41:32 WIB
OpenAI Tutup Browser Atlas, Pindahkan Fiturnya ke Aplikasi ChatGPT dan Ekstensi Chrome
OpenAI resmi menghentikan browser Atlas dan mengintegrasikan fiturnya ke aplikasi ChatGPT serta ekstensi Chrome.

BENGKULU — OpenAI resmi menghentikan browser Atlas pada 9 Agustus 2025, hanya beberapa bulan setelah perilisannya. Keputusan ini memicu spekulasi bahwa perusahaan mundur dari pasar browser, namun kenyataannya OpenAI justru memperluas jangkauan dengan mengintegrasikan kemampuan browsing ke dalam ekosistem ChatGPT.

Bukan Mati, tapi Bergeser ke ChatGPT

Alih-alih menghilang, fitur Atlas kini tersebar di dua produk berbeda. Pertama, aplikasi desktop ChatGPT yang baru saja didesain ulang. Pengguna bisa mengakses browser bawaan lewat shortcut di pojok kanan atas antarmuka, atau menekan tombol Ctrl, Alt, dan B secara bersamaan.

Kedua, ekstensi Chrome terbaru dari OpenAI. Plugin ini berfungsi sebagai pesaing langsung Gemini buatan Google. Setelah pengguna memberikan izin, ChatGPT bisa membaca konteks halaman yang sedang dibuka dan menjawab pertanyaan seputar konten tersebut.

Fitur Sites: Bikin Web App Sendiri

Di dalam aplikasi ChatGPT, OpenAI juga memperkenalkan fitur bernama Sites. Fitur ini memungkinkan chatbot menghasilkan aplikasi web untuk keperluan pribadi pengguna. "Sites berguna saat Anda ingin membuat dashboard langsung, pelacak proyek, kalender peluncuran, prototipe, portal internal, dan laporan interaktif," jelas OpenAI dalam pengumuman resminya.

Strategi di Balik Penghentian Atlas

Keputusan ini bukan karena OpenAI menganggap Atlas sebagai gangguan, melainkan karena perusahaan menyadari browser lebih cocok sebagai fitur, bukan produk utama. Pandangan ini diamini oleh Rebecca Bellan dari TechCrunch yang menyebut "browser adalah fitur, bukan tujuan."

James Sun, perwakilan OpenAI, mengonfirmasi hal tersebut. "Semua kemampuan ini dibangun dari apa yang kami pelajari dari pengguna Atlas yang berani mencoba browser baru," ujarnya. "Anda mengajari kami bagaimana agen AI bisa membantu menjelajah dan bekerja di web terbuka dengan lebih baik, dan kami menerapkan pelajaran itu ke produk baru ini."

Super App yang Diprediksi Sejak Maret

Langkah ini sebenarnya sudah diantisipasi sejak Maret 2025, saat OpenAI diketahui sedang mengerjakan aplikasi super yang menggabungkan ChatGPT, agen coding Codex, dan browser Atlas. Kini, aplikasi tersebut hadir dalam wujud ChatGPT Work—agen produktivitas umum yang bisa menangani berbagai tugas sekaligus menjelajah web.

Bagi pengguna yang sempat menikmati Atlas, tidak perlu khawatir. Fungsionalitas browsing yang dulu eksklusif di browser kini bisa dinikmati langsung dari dalam aplikasi ChatGPT, baik di desktop maupun melalui ekstensi Chrome. OpenAI memastikan transisi ini tetap mempertahankan esensi dari apa yang ditawarkan Atlas, hanya dengan kemasan yang lebih terintegrasi.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks