BENGKULU — Kepala Disdikbud Provinsi Bengkulu Zulhendri mengatakan, pola komunikasi langsung antara kepala daerah dan pelajar dinilai lebih efektif dalam mempercepat penyelesaian persoalan di sekolah. Ia mencontohkan, dalam kunjungan sebelumnya ke SMA Negeri 10 Kota Bengkulu, permintaan siswa untuk penambahan kipas angin langsung dipenuhi oleh gubernur.
"SMA 10 minta kipas angin, dipenuhi oleh pak gubernur. Alhamdulillah sebanyak 40 kipas angin sudah terpasang," kata Zulhendri di Bengkulu, Selasa.
Dialog Tanpa Perantara, Solusi Lebih Cepat
Program Gubernur Menyapa dirancang sebagai forum diskusi terbuka antara gubernur dan peserta didik di lingkungan sekolah. Zulhendri menjelaskan, siswa dapat menyampaikan berbagai keluhan mulai dari sistem pembelajaran, sarana, hingga fasilitas pendidikan yang dirasa kurang memadai.
"Jadi anak-anak itu bisa menyampaikan keluhan mereka langsung ke pak gubernur. Mereka bisa langsung. Jadi pak gubernur mendengar," ujarnya.
Jadwal Pelaksanaan Mulai Tahun Ajaran Baru 2026
Kunjungan ke sejumlah SMA dan SMK akan dilakukan secara bertahap. Dengan mendatangi sekolah satu per satu, gubernur tidak hanya berdialog tetapi juga bisa melihat langsung kondisi dan kebutuhan riil masing-masing institusi pendidikan.
Zulhendri menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih baik antara pemerintah daerah, pihak sekolah, dan peserta didik. Pada akhirnya, tercipta lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mampu memaksimalkan potensi anak selama menempuh pendidikan.
"Dengan hal itu, tercipta lingkungan pendidikan yang mampu memaksimalkan potensi anak berkembang selama menempuh jenjang pendidikan dan membangun Generasi Emas masa depan," kata Zulhendri.