BENGKULU — Wajah Kota Bengkulu berubah drastis selepas matahari terbenam. Dulu, jalanan mulai lengang. Kini, kawasan Belungguk Point dan Pantai Panjang justru menjadi magnet yang menarik ribuan warga dan wisatawan untuk keluar rumah.
Setiap malam, khususnya Sabtu, area Belungguk Point dipenuhi anak muda, keluarga, hingga pelancong dari Padang, Lubuklinggau, dan Pagar Alam. Mereka datang untuk duduk santai, berburu kuliner, atau menonton pertunjukan musik di panggung terbuka. Lampu dekoratif yang tertata rapi menambah semarak suasana.
Dari Ruang Sepi Jadi Pusat Ekonomi Malam
Transformasi ini bukan kebetulan. Pemerintah Kota Bengkulu di bawah Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny P.L. Tobing merancang Belungguk Point sebagai ruang publik modern yang nyaman sekaligus produktif. Pedagang UMKM dan komunitas seni lokal menjadi pengisi utama yang menghidupkan kawasan tersebut.
"Kota Bengkulu sekarang jauh lebih hidup. Malam hari masyarakat memiliki banyak pilihan tempat untuk berkumpul dan menikmati suasana kota. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami," ujar Oktavia PY, warga Kelurahan Padang Jati, kepada Teropong Publik.
Pantai Panjang: Tetap Gratis, Kini Lebih Tertata
Tak jauh dari Belungguk Point, Pantai Panjang dengan garis pantai sepanjang tujuh kilometer tetap menjadi primadona. Hamparan pasir putih, deretan pohon cemara, dan panorama Samudra Hindia masih menjadi daya tarik utama. Bedanya, fasilitas kini jauh lebih baik.
Pemerintah kota menyediakan gazebo gratis, memperbaiki kebersihan, dan menambah sarana pendukung. Akses masuk tanpa biaya membuat pantai ini ramai dikunjungi sore hari untuk berjalan santai, berolahraga, atau sekadar menikmati matahari terbenam.
"Pantainya sangat indah dan bersih. Gazebo serta fasilitas lainnya membuat pengunjung semakin nyaman. Apalagi masuk ke sini tidak dipungut biaya sehingga siapa saja bisa menikmati keindahan pantai," kata Haniyah, seorang wisatawan yang ditemui di lokasi.
Perpaduan Alam dan Modernitas Dorong Ekonomi Lokal
Kombinasi antara pesona alam Pantai Panjang dan wajah modern Belungguk Point menciptakan ekosistem wisata yang saling melengkapi. Pada siang hari, pengunjung bisa menikmati laut. Begitu malam tiba, mereka berpindah ke Belungguk Point untuk kuliner dan hiburan.
Dampaknya langsung terasa pada roda perekonomian warga. Pedagang kaki lima, pelaku UMKM, dan penyedia jasa transportasi kebanjiran pengunjung. Penataan ruang publik ini tidak sekadar mempercantik kota, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di sektor informal.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Kota Bengkulu kini semakin mantap bersaing sebagai destinasi wisata unggulan di pesisir barat Sumatera. Pemerintah setempat berencana menambah panggung hiburan dan memperluas area pejalan kaki untuk mengakomodasi lonjakan pengunjung pada libur panjang mendatang.